Sabtu, 04 Juli 2009

Doa Kumail

Lihat: Lengkap | Ringkas

* Catatan Alfan Arrasuli
* Catatan Tentang Alfan Arrasuli

Wanita sebagai makhluk yang mulia.
Bagikan
22 Juni 2009 jam 3:56


Perempuan sebaiknya tidak melupakan kedudukan pria sebagai pemimpin. Baik dalam kehidupan sosial maupun berumah tangga. Dalam shalat pun kita tidak pernah mengenal kaum wanita yang bertindak sebagai imam bagi kaum pria. Dalam saf shalat pun wanita harus berada terpisah dibelakang barisan kaum pria. Pria memang ditakdirkan sebagai pemimpin dan pelindung bagi kaum wanita. Adalah pengaruh buruk dari pemahaman dunia barat yang salah tentang persamaan derajat yang berpendapat bahwa perempuan benar-benar sederajat dengan kaum pria dalam semua aspek kehidupan.
Islam seringkali menerangkan bahwa kaum laki-laki lah yang pantas untuk menjadi Khalifah di muka bumi dan sebagai Imam (Pemimpin) bagi umat. Namun hal ini tidak berarti merendahkan derajat kaum perempuan terhadap kaum laki-laki. Islam justru mengangap perempuan itu sebagai makhluk yang suci, indah, dan mulia. Islam sangat menghargai kedudukan seorang Ibu dalam keluarga seperti saat Nabi Muhammad menerangkan siapa makhluk ciptaaan Allah SWT yang lebih mulia Ayah atau Ibu, beliau menjawab yang pertama Ibumu, yang kedua Ibumu, dan yang ketiga Ayahmu. Mengagumkan. Betapa besar islam menghargai peranan ibu dalam keluarga, Ibu sebagai sosok yang mulia, beliau mengurus segala kepentingan keluarga, mengurus rumah tangga, memelihara dan mencintai anaknya melebihi kecintaannya terhadap diri sendiri. Islam bahkan memberikan perlindungan yang lebih tinggi kepada kaum perempuan dengan mewajibkannya menutupi aurat-auratnya yang lebih banyak dari kaum laki-laki dengan jilbab karena kaum perempuan memiliki keindahan yang lebih tinggi dari kaum lelaki secara lahiriyah. Islam bukannya ingin membelenggu kaum perempuan dengan penggunaan jilbab ini. Justru Islam sebagai agama paling mulia ingin melindungi dan lebih menghargai perhiasan-perhiasan yang dimiliki oleh kaum wanita dengan menjaga auratnya dan pandangannya. Islam ingin melindungi kemuliaan yang dimiliki oleh kaum perempuan seperti Allah Swt berfirman dalam ayat Katakanlah kepada wanita yang beriman : " hendaklah mereka menahan pandangannya , dan memelihara kemaluannya , dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya , kecuali yang ( biasa ) nampak daripadanya . Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya , dan janganlah menampakkan perhiasannya , kecuali kepada suami mereka , atau ayah mereka , atau ayah suami mereka , atau putera - putera mereka , atau putera putera suami mereka , atau saudara - saudara mereka , atau putera - putera saudara perempuan mereka , atau wanita - wanita islam , atau budak - budak yang mereka miliki , atau pelayan - pelayan laki - laki yang tidak mempunyai keinginan ( terhadap wanita ) atau anak - anak yang belum mengerti tentang aurat wanita . Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan . Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada allah , hai orang - orang yang beriman supaya kamu beruntung . 24:32, an-nur. Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri2mu,anak2 perempuanmu dan istri2 orang mukmin,"Hendaklah mereka menutup jilbabnya keseluruh tubuh mereka". Yang demikian agar mereka lebih mudah dikenali,sehinnga mereka tdk diganggu.Dan Allah maha pengampun,Maha penyayang.(QS Al Ahzab 33:59). Imam Ali bin Abi Thalib as pernah bersabda "Akan datang pada manusia suatu zaman di mana wanita-wanitanya keluar dengan memakai pakaian yang tipis..." Sayedah Fathimah az Zahra as penghulu para wanita di Surga pun memiliki riwayat mengenai pentingnya hal ini Suatu hari Rasulullah Saww bertamu ke rumah Fathimah as. dengan membawa seorang buta. Ia langsung menutup dirinya dengan hijab supaya tidak dilihat oleh orang tersebut. Rasulullah Saww langsung bertanya: “Mengapa engkau menutupi dirimu dengan hijab padahal ia tidak dapat melihatmu?” “Jika ia tidak dapat melihatku, aku yang dapat melihatnya. Ia dapat mencium aroma badanku”, jawabnya. “Aku bersaksi bahwa engkau adalah pengalan tubuhku”, jawab Rasulullah Saww menimpali. Fathimah a.s. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saww bercerita tentang pengalamannya setelah melihat penduduk neraka: “Wahai putriku, wanita yang digantung dengan rambutnya itu adalah wanita yang tidak menutupi rambutnya dari pandangan laki-laki, wanita yang digantung dengan lidahnya adalah wanita yang suka mengganggu suaminya. Adapun wanita yang berkepala babi dan berbadan keledai adalah wanita yang suka mengadu domba dan pembohong, dan wanita yang berbadan anjing adalah wanita penyanyi dan penghasut”. Namun paham liberalis (kebebasan) yang ditularkan oleh dunia barat telah merusak moral dan cara pandang kaum perempuan terhadap hukum-hukum islam dan mempengaruhi kaum perempuan untuk membuat apologi-apologiterhadap beberapa ketentuan Islam yang sangat vital dan menurunkan hukum menutup aurat dari wajib menjadi sunat. Astaghfirullah.
Ditulis sekitar satu minggu yang lalu · Komentar · SukaTidak Suka
Anda dan 9 orang lainnya menyukai ini.
9 orang menyukai ini.
Prisanti Myristica
Prisanti Myristica pada 22 Juni 4:38
perempuan punya peran yang luar biasa: menjadi ibu dan istri ^_^

http://www.facebook.com/note.php?note_id=66351579631
Tampilkan 2 komentar lainnya...
Prisanti Myristica
Prisanti Myristica pada 22 Juni 4:56
iya Al, temen2ku pada bilang: kalo baju2 muslim kaya baju ibu2, mangkanya aku pengen bikin yang biasa, yang sederhana, yang sekiranya anak2 muda mau pake... tapi tetep sopan, dan tidak berlebihan... tidak perlu mahal.. supaya mereka tertarik untuk pake hijab.. gitu ceritanya kenapa aku pengen bikin distro hijab... hehehe... semangat! \^_^/
Alfan Arrasuli
Alfan Arrasuli pada 22 Juni 5:32
Hmmm... selain beramal untuk diri sendiri juga mengajak orang lain menuju kebaikan... Wanita Idaman bgt ya... :) pasangan hidup idaman menuju surga.. Subhanallah... (^^,) Semoga Al orang yang beruntung... _("_")\ (^^)'
Tulis komentar...
Menjelaskan Makna Zuhud Menurut Imam Ali bin Abi Thalib as
Bagikan
21 Juni 2009 jam 17:33
Dalam rangka usaha meluruskan pengertian kaum muslimin mengenai ajaran agama Islam yang berkaitan dengan kewajiban berusaha mencari nafkah penghidupan, Imam ‘Ali selalu memberi pengertian kepada kaum muslimin mengenai beberapa pokok ajaran Islam, antara lain:

1. Nilai seseorang tergantung pada kadar kemauannya.

2. Bukankah kemiskinan itu termasuk cobaan hidup? Ketahuilah, bahwa kemiskinan yang terberat itu adalah penyakit jasmani. Dan penyakit jasmani yang terparah adalah penyakit hati. Kesehatan badan lebih berharga daripada kecukupan harta, dan hati yang bertaqwa lebih berharga daripada badan yang sehat.

3. Barangsiapa yang enggan bekerja ia akan menghadapi cobaan hidup, dan Allah tidak membutuhkan orang yang tidak mengindahkan nikmat yang dikaruniakan dalam harta dan jiwanya...”

4. Sepuluh macam sifat yang menunjukkan akhlak mulia:

a. penyantun

b. pemalu

c. jujur

d. menunaikan amanat

e. rendah hati

f. waspada

g. pemberani

h. tabah

i. sabar

j. tahu bersyukur

Orang yang bahagia adalah yang dapat menarik pelajaran dari orang lain, orang yang sengsara ialah orang yang tertipu oleh hawa nafsunya.

5. Hai para hamba Allah, janganlah sekali-kali kalian terkecoh oleh kebodohan kalian, dan jangan pula kalian menuruti hawa nafsu kalian. Orang yang tunduk kepada dua hal itu ia berada di tepi jurang terjal.

6. Ilmu pengetahuan wajib diikuti dengan amal perbuatan. Barangsiapa berilmu ia harus beramal. Dengan amal ilmu akan meningkat tinggi dan tanpa amal, ilmu akan merosot...”

7. Amal perbuatan adalah buah ilmu pengetahuan. Orang berilmu yang berbuat tidak sesuai dengan ilmunya, sama dengan orang bodoh yang kebingungan dan tetap bodoh. Bahkan orang seperti itu kesalahannya lebih besar, lebih pantas disesali dan di hadirat Allah ia akan menjadi orang yang paling menyesal. Orang yang bekerja tanpa ilmu sama dengan orang yang bepergian tanpa kenal jalan, sehingga orang lain yang melihatnya akan bertanya-tanya: “berpergiankah atau pulang?!?”

8. Barangsiapa dikaruniai kekayaan oelh Allah hendaklah ia memperhatikan kaum kerabatnya, menghormati dan menjamu tamu sebaik-baiknya, membebaskan tawanan perang dan melepaskan orang dari penderitaan, membantu kaum fakir miskin dan orang yang tenggelam di dalam hutang demi kebajikan, dan hendaknya ia bersabar tidak menuntuk hak karena ingin mendapatkan pahala semata-mata. Sifat-sifat demikian itu merupakan keberuntungan yang akan menghantarkan orang ke arah kemuliaan di dunia dan insya Allah merupakan pembuka jalan baginya untuk memperoleh kebahagiaan di akhirat.

9. Bekerjalah dengan sekuat tenagamu, janganlah engkau menjadi penumpang hasil kerja orang lain.

10. Janganlah engkau malu kalau hanya dapat memberi sedikit, karena dapat memberi sedikit lebih baik daripada tidak dapat memberi. Jadilah engkau seorang yang penyantun, tetapi jangan menjadi seorang yang pemboros. Jadilah engkau seorang yang hemat, tapi jangan menjadi seorang yang kikir.

11. Janganlah engkau menjadi orang yang tidak mempan peringatan, karena orang yang berakal cukup diperingatkan dengan tutur-kata yang baik, sedangkan hewan tak dapat diperingatkan kecuali dengan pukulan.

12. Hati manusia dapat merasa jemu dan lesu sebagaimana badan juga merasa jemu dan lesu. Karena itu carilah ilmu dan hikmah sebagai obatnya.

13. Siapa yang tidak mengenal harga dirinya, tak berguna baginya kemuliaan asal keturunannya.

14. Semua nikmat yang nilainya di bawah surga adalah rendah dan semua musibah yang kadarnya dibawah neraka adalah keselamatan.

15. Orang yang mengadakan bid’ah pasti meninggalkan sunnah, karena itu hati-hatilah terhadap bid’ah. Sunnah adalah cahaya yang mempunyai tanda-tandanya sendiri dan bid’ah pun mempunyai tanda-tandanya sendiri. Orang yang paling celaka di hadirat Allah ialah pemimpin yang dzalim, ia sesat dan menyesatkan.

16. Orang yang benar-benar ahli fiqh adalah yang tidak membuat orang lain berputus asa mengharapkan rahmat dan kasih sayang Allah dan menyelamatkan mereka dari murka-Nya.

Imam 'Ali berpendapat, orang yang hidup dicengkeram kemelaratan tentu kehilangan ketenangan dan ketentramannya. Sukar baginya untuk menghayati kejujuran, perilaku yang baik dan menghias dirinya dengan sifat-sifat utama. Sukar pula beginya untuk membuan rasa iri hati dan dengki dari lubuk hati. Maka itu ia mudah terperosok ke dalam penyelewengan yang tidak baik.

Benar bahwa Imam 'Ali hidup zuhud dan menganjurkan kezuhudan, demikian juga dengan beberapa sahabat Nabi semisal Abu Dzar Al-Ghifari. Akan tetapi mereka tak pernah menganjurkan untuk lebih suka hidup melarat daripada berkecukupan. Imam 'Ali tidak jemu-jemunya mengingatkan kepada kaum muslimin, “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selama-lamanya, dan bekerjalah untuk akhirat seakan-akan engkau mati esok hari.”

Menurut Imam 'Ali upaya memperoleh rizki dengan jalan yang benar dan lurus tidak akan mendatangkan hasil lebih besar daripada yang diperlukan untuk mengatasi kebutuhan. Dengan tegas dan jelas Imam 'Ali berkata: “Jika kalian menempuh jalan kebenaran, tentu akan terbuka jalan yang menyenangkan kalian dan tidak akan ada orang lain yang menggantungkan penghidupannya kepada orang lain.”

Berdasarkan pengamatan yang tajam dan cermat Imam 'Ali as yakin bahwa kemelaratan dapat menjerumuskan manusia ke dalam kekufuran. Karena itulah ia memerangi segenap kekuatan yang ada, serta dengan tegas dan tandas mencemoohkan orang-orang yang menganjurkan atau membagus-baguskan kemelaratan dengan dalih kezuhudan. Memang kalau hidup zuhud akan menambah iman dan taqwa kepada Allah Ta’ala, akan tetapi kalau kemelaratan akan membawa ke dalam kekufuran. Dimana nanti kita akan ‘menyembah’ selain-Nya. Itu bisa harta dan juga kekuasaan. Maka itu seumpamanya kemelaratan itu berupa manusia, seharusnya kita membunuhnya.

Ini hanya secuil dari sekian banyak hikmah yang bisa kita temukan dalam diri Imam 'Ali, karena Imam 'Ali as adalah mahasiswa utama yang menimba ilmu dari mahaguru umat sedunia, Muhammad saw. Yang mana, Rasulullah saw bersabda: “Hai'Ali, Allah telah menghias dirimu dengan hiasan yang paling disukai-Nya, Allah mengaruniaimu perasaan mencintai kaum lemah hingga Allah membuatmu puas (ridho) mempunyai pengikut mereka dan mereka pun puas engkau menjadi pemimpin mereka.”

Sumber : www.fatimah.org/kisah/ali/nilaiimam.htm
Ditulis sekitar satu minggu yang lalu · Komentar · SukaTidak Suka
Anda dan 7 orang lainnya menyukai ini.
7 orang menyukai ini.
Gaze'ali Uar Khaulani
Gaze'ali Uar Khaulani pada 21 Juni 17:45
Maha Benar ALLAH AW!....yg tlah mmrintahkn Rasulullah Saaw ntk mnunjukMu sbg Khalifahx stlah wafatx Rasulullah Saaw...
Kang Akbar
Kang Akbar pada 21 Juni 19:21
Ya Allah, luas sekali makna dari notes ini. bung Alfan, saya share untuk kawan-kawan yang lain bisa..? sudah disetting securitynya bisa dibaca semua orang..? Wass
Alfan Arrasuli
Alfan Arrasuli pada 21 Juni 20:07
Syukran.. mudah2an bermanfaat ya Pak.. :) Insya Allah saya cek dulu.. :)
Tulis komentar...
Hitam - Putih, Baik - Jahat, Surga - Neraka, Atas - Bawah, Kiri - Kanan.
Bagikan
05 Juni 2009 jam 0:30


Pernah aku bertanya.. adakah diantaranya? ataukah aku bisa memilih abu - abu diantara hitam dan putih? setelah aku telusuri ternyata dalam hidup tidak ada abu - abu.. Bahwa kita selalu dihadapkan pada dua pilihan.. Hitam - Putih, Baik - Jahat, Surga - Neraka, Atas - Bawah, Kiri - Kanan, Pria - Wanita. Garis tengah sangatlah tipis.. bahkan hampir tak ada.. pernahkah kita mencoba jujur? dan mengakui bahwa sebenarnya kita ini berada pada sebuah kubu yang berhadapan dengan kubu yang lain.. dalam masalah apapun.. kapan pun.. bahkan abu - abu bila diuraikan dalam titik terkecil hasilnya tetap Hitam dan Putih.. Tuhan pun menciptakan kita dalam dua jenis kelamin.. Pria dan wanita.. dan bila keduanya bersatu pun hasilnya akan tetap Pria atau pun Wanita.. Apa Tuhan mengakui diantaranya? atau ke abu - abuan diantara keduanya? Ataukah apabila Bumi telah dihancurkan dan yang tersisa hanya Surga dan Neraka.. Pernahkah terdengar ada tempat ditengahnya? dimana di tempat itu seorang abu - abu dapat tinggal disitu bersama ke abu - abuannya? Atas dasar itulah aku memulai pencarian dalam hidupku yang hanya sesaat ini.. Bumi yang fana ini kusadari bukan tempat hidupku yang sebenarnya.. Bahwa kehidupan yang sebenarnya ialah setelah kita mati.. dan bahwa bumi ini hanyalah tempat kita mengumpulkan bekal untuk kehidupan yang sebenarnya.. dan apakah harta yang bisa menjadi bekal? Mungkinkah Allah yang Maha Kaya membutuhkan harta kita? bukan.. kita diberi waktu singkat di bumi ini untuk menentukan pilihan.. dan bahwa kita sendirilah yang harus membuat pilihan... Apakah kita berakhir Baik atau Buruk, Surga atau Neraka...
Dan akhirnya aku memantapkan Pilihan...
Berkata Zamakhsyari :
"Telah banyak keraguan dan perselisihan
Semua mengaku berada dalam jalan yang lurus
Kupegang erat-erat dengan Lailaha Illallah
Dan cintaku kepada Muhammad dan Ali
Telah selamat anjing lantaran cinta pada Penghuni Gua (al Kafi)
Bagaimana aku akan celaka dengan cinta pada keluarga Nabi."
Padahal Rasulullah bersabda "Seseorang akan dibangkitkan bersama orang yang dicintainya."
Rasulullah bersabda: “Berbahagialah orang yang asing itu (mereka adalah) orang-orang baik yang berada di tengah orang-orang yang jahat. Dan orang yang memusuhinya lebih banyak daripada orang yang mengikuti mereka.” (Shahih, HR. Ahmad)
Rasulullah bersabda: “Ia adalah orang asing dalam agamanya dikarenakan rusaknya agama mereka, asing pada berpegangnya dia terhadap sunnah dikarenakan berpegangnya manusia terhadap bid’ah, asing pada keyakinannya dikarenakan telah rusak keyakinan mereka, asing pada shalatnya dikarenakan jelek shalat mereka, asing pada jalannya dikarenakan sesat dan rusaknya jalan mereka, asing pada nisbahnya dikarenakan rusaknya nisbah mereka, asing dalam pergaulannya bersama mereka dikarenakan bergaul dengan apa yang tidak diinginkan oleh hawa nafsu mereka”.
Rasulullah bersabda: “Dan terus menerus sekelompok kecil dari umatku yang membela kebenaran dan tidak ada seorangpun yang mampu memudharatkannya siapa saja yang menghinakan dan menyelisihi mereka, sampai datangnya keputusan Allah dan mereka tetap di atas yang demikian itu.”
Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali pula dalam keadaan asing, maka berbahagialah orang-orang dikatakan asing.” (HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah dan Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma)
Rasulullah bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah generasiku kemudian orang-orang setelah mereka kemudian orang-orang setelah mereka.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad)


“Dan sedikit dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.”
Ditulis sekitar satu bulan yang lalu · Komentar · SukaTidak Suka
Anda dan 9 orang lainnya menyukai ini.
9 orang menyukai ini.
Irfan Darsina
Irfan Darsina pada 05 Juni 1:05
hidup memang pilihan.
dan satu-satunya yang membedakan pilihan seseorang dalam keimanan itu adalah Amirul Mukminin.
Mencintai beliau as adalah mukmin
Membenci beliau as adalah munafiqun...
Semoga kita termasuk golongan mukmin sejati.... Baca Selengkapnya
salam dan salawat.
Tampilkan 7 komentar lainnya...
Andi Aryono Adi Muthy
Andi Aryono Adi Muthy pada 07 Juni 20:43
bicara hitam-putih, baik-jahat, surga-neraka, atas-bawah, kiri-kanan adalah bicara tentang keadilan.

lah gimana bisa bilang adil, kalo belum tau salah satu sisi, belum diuji lagi...
Heni Mulyati
Heni Mulyati pada 19 Juni 11:48
Hmm....zona abu-abu letaknya di mana yah?
Tulis komentar...
Lupa kah kita Semua? Atau tidak mengerti ? Atau menolak untuk mengerti ?
Bagikan
01 Juni 2009 jam 17:05
Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamu alaikum wr wb..
Assalamu alaika ya Imam.. Labaik Ya Saheb az-Zaman.. al Hujjah.. al Muntazhar..



Nu’aim bin Hammad dalam kitab Al Malahim wal Fitan meriwayatkan dari Ka’ab, ia berkata, “Sebelum kemunculan Mahdi, akan muncul bintang dari Masyriq yang mempunyai ekor bersinar.”
(Al Burhan fi Alamati Mahdi Akhiruz Zaman ; Syaikh Ali bin Husamuddin ; Terbitan Darush Shahabah li at Turats ; Thanta, Mesir ; 1992 M/1412 H)

“Munculnya bintang itu akan terjadi setelah gerhana matahari dan bulan.
(Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 32)

Pada 24 Agustus 2003 para Astronom Amerika yang terhimpun dalam lembaga Lincoln Near Earth Asteroid Research Program (LINEAR), menemukan Asteroid yang diberi nama “2003 QQ 47” . Asteroid seperti ini merupakan bongkahan batu yang terhempas dari formasi sistem tata surya 4,5 miliar tahun lalu. Sebagian besar berada pada jarak yang aman dari Bumi di daerah asteroid antara Mars dan Yupiter. Tetapi pengaruh gravitasi dari planet besar seperti Yupiter dapat mendorong asteroid keluar dari orbit aman dan mengirim mereka terjun ke arah Bumi.

Dampak yang ditimbulkan oleh asteroid ini apabila menabrak bumi adalah setara dengan 350.000 mega ton bom TNT yang pernah meledak di Legian - Bali. Atau setara dengan 20 juta bom atom Hiroshima – Jepang. Asteroid 2003 QQ 47 ini menempati peringkat 10 dalam skala kerusakan Torino, dimana angka 0 dalam skala ini menerangkan dampak resiko yang disebabkan oleh suatu masalah tidak memberikan pengaruh yang berarti kepada planet Bumi. Sementara angka 10 yang merupakan angka tertinggi dalam skala ini menjelaskan bahwa dampak ledakan yang sangat parah akan mempengaruhi Bumi secara global dan menyebabkan puncak bencana yang tak terbayangkan. Reporter divisi ilmu alam BBC, Christine Mc Gourry mengatakan, “Walaupun kemungkinan terjadinya tabrakan itu sangat kecil, namun hal ini tidak boleh diabaikan. Para Astrolog mengabarkan bahwa ukuran asteroid ini mencapai sepuluh kali dari ukuran meteor yang diyakini telah memusnahkan kehidupan dinosaurus 65 juta tahun yang lalu.” Lebih lanjut dia mengatakan, “Jika benturan ini terjadi, maka satu benua akan musnah.”

Asteroid 2003 QQ 47 yang memiliki panjang sekitar 1,7 km dan massa berat 2,6 milyar ton saat ini bergerak menuju bumi dengan kecepatan rata-rata 30 km per-detik. Dr Alan Fitzsimmons, salah seorang staff ahli pada British government's Near Earth Object menyatakan kepada kantor berita Reuters (02 September 2003) dan stasiun berita BBC bahwa potensi tabrakan diperkirakan terjadi pada tanggal 21 Maret 2014. Akan tetapi NASA selaku badan antariksa resmi Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan bahwa kemungkinan asteroid ini menabrak bumi hanya 1 : 909.000 kemungkinan. Hal ini sejalan dengan ungkapan Dr.Sara Russel, salah satu ahli yang meneliti tentang meteor pada London Natural History Museum dalam wawancaranya dengan BBC pada 02 September 2003, menyatakan tidak terlalu khawatir dengan terjadinya tabrakan asteroid 2003 QQ 47 tersebut.

Akan tetapi walaupun kemungkinan tabrakan itu kecil, namun peluang asteroid itu untuk menuju bumi masih sangat besar, dalam riwayat disebutkan bahwa Imam Hussain bin Ali ra, ia berkata, “Apabila kalian melihat tanda di langit yaitu api yang besar dari arah masyriq yang muncul beberapa malam, maka ketika itulah manusia terbebas dan itulah kedatangan Mahdi.”
(Al Burhan fi Alamati Mahdi Akhiruz Zaman ; Syaikh Ali bin Husamuddin ; Terbitan Darush Shahabah li at Turats ; Thanta, Mesir ; 1992 M/1412 H)

Berdasarkan riwayat tersebut kita bisa memahami bahwa asteroid ini hanya akan menyerempet planet kita ini sehingga terjadi gesekan kuat dengan atmosfir yang menimbulkan percikan api sangat besar terlihat di langit. Gambar di samping adalah ilustrasi yang dibuat oleh The Discovery Channel ketika asteroid itu bergesekan dengan atmosfir bumi.

Sementara itu dalam riwayat yang disampaikan dikalangan keluarga Nabi secara turun-temurun disebutkan dengan lebih jelas, “Akan muncul bintang dari timur yang bercahaya seperti cahaya bulan, kemudian akan berbelok hingga hampir saja kedua sisinya bertemu. Kemudian mega merah akan bertebaran di langit.”

Beberapa ahli astronomi berpendapat bahwa meskipun asteroid itu tidak sampai menabrak bumi, akan tetapi masih terdapat dampak yang cukup mengerikan bahwa gesekan kuat antara asteroid 2003 QQ 47 tersebut dengan atmosfir bumi akan mengakibatkan perubahan iklim secara global, dampak dari perubahan iklim ini adalah turunnya hujan yang sangat deras yang mengakibatkan banjir.

Imam Jafar as Shadiq as, Syaikh ke-6 dalam Silsilah Ilmu thariqah Hasan wa Husein meriwayatkan hadits, “Kedatangan Imam Mahdi akan didahului oleh bencana banjir besar dan kehancuran lahan-lahan pertanian. Janganlah kalian mengeluhkan hal itu.”
Sa’id bin Jubair meriwayatkan, “Tahun sebelum kedatangan Imam Mahdi akan terjadi hujan lebat selama 24 hari, kalian akan merasakan dampak sekaligus keberkahannya.”
(Al Bihar ; 52/212)

Diriwayatkan dari Katsir bin Murrah al-Hadhari, ia berkata, “beberapa kejadian pada bulan Ramadhan ditandai beberapa tanda di langit. Setelah itu terjadi perselisihan pada manusia. Jika kamu menjumpai hal itu, maka perbanyaklah makanan semampu kamu.” (Diriwayatkan oleh Ibn Hammad ; Al Burhan fi Alamati Mahdi Akhiruz Zaman ; Syaikh Ali bin Husamuddin ; Terbitan Darush Shahabah li at Turats ; Thanta, Mesir ; 1992 M/1412)


hadits riwayat Muslim nomor 2942 dan Abu Dawud nomor 4310 dari Abdulah bin Amru bin Ash berkata, “Saya menghafal dari Rasulullah saw sebuah hadits yang tidak pernah aku lupakan, saya mendengarnya bersabda, ‘Sesungguhnya tanda Kiamat yang pertama kali muncul adalah terbitnya matahari dari barat, keluarnya binatang bumi kepada manusia di waktu dhuha. Apa pun yang muncul terlebih dahulu maka yang lain akan segera menyusul di belakangnya.”

Allamah Al-Qurtubi dalam at-Tadzkirah menjelaskan alasan ditolaknya iman pada hari itu, dia berkata, “Para ulama berkata, ‘Iman tidak berguna bagi pemiliknya pada waktu matahari terbit dari barat karena ketakutan hebat yang menyelimuti hatinya. Di mana ketakutan ini memadamkan semua syahwat jiwa dan meluruhkan seluruh kekuatan tubuh. Maka seluruh manusia –karena mereka telah yakin Kiamat di ambang pintu– menjadi seperti orang di mana kematian telah berada di pelupuk mata. Dalam kondisi demikian dorongan-dorongan kepada kemaksiyatan telah hilang dan luruh dari mereka. Maka barangsiapa bertaubat dalam kondisi ini maka taubatnya tidak diterima sebagaimana taubat orang yang maut telah berada di pelupuk matanya’.”



Jika Kita Lihat.. Posisi terbit matahari pun telah bergeser dari posisi awalnya... Saat ini posisi terbit matahari bukan lagi tepat di timur.. Apa yang terjadi pada Bumi?

Ilmu astronomi menyatakan bahwa kecepatan Planet Mars dalam lintasan
orbitnya telah berkurang terhadap orbit Timur dalam beberapa minggu
terakhir ini hingga ke tingkat yang meragukan geraknya antara timur dan
barat. Pada hari Rabu (30 Juli 2004), diperkirakan bahwa pergerakan
planet akan berhenti bergerak dari arah timur. Kemudian, pada bulan
Agustus dan September 2004, planet Mars akan merubah pergerakan orbitnya
ke arah yang berlawanan (yang semula dari timur ke barat, menjadi dari
barat ke timur) dimana hal ini berarti bahwa matahari akan terbit dari
bagian barat Mars mulai saat ini. Fenomena yang aneh ini (pergerakan ke
arah yang berlawanan) disebut "Retrogade Motion".

Para pakar astronomi menyatakan bahwa semua planet di alam semesta ini
akan mengalami hal yang sama, setidaknya sebanyak satu kali, dan Planet
Bumi kita pun termasuk didalamnya. Planet Bumi akan bergerak ke arah yang
berlawanan dan matahari pun akan terbit dari barat!!!! Hal ini akan
terjadi dalam waktu singkat dan kita semua pun pasti akan menyadarinya.

Koreksi atas “Retrograde Motion”

Retrograde Motion bukanlah gerakan mundur suatu benda langit yang sesungguhnya. Namun hanya penampakannya dari permukaan bumi, yang disebabkan oleh model geosentris.

Ceritanya begini: manusia mengamati semua objek langit dari permukaan bumi (toposentris). Karena mereka tahu bumi itu mirip bola yang sangat besar, maka data koordinat toposentris itu lalu ditransformasi ke pusat bumi (geosentris). Model ini juga dipakai karena keyakinan saat itu bahwa bumi ini diam sedng menurut agama-agama yang ada saat itu (pra-Islam), manusia itu fokus ciptaan Tuhan, sehingga bumi harus jadi titik sentral alam semesta. Model geosentris ini disebut juga model Ptolomeus.

Dari model ini, dicobalah untuk melakukan prediksi ke depan. Misalnya, kalau suatu bintang hari ini tampak di posisi anu, maka setengah tahun lagi di posisi mana. Prediksi dengan model ini relatif akurat untuk alat-alat yang dipakai hingga saat itu – kecuali untuk planet.

Planet-planet luar (Mars, Jupiter dan Saturnus yang dikenal saat itu), pada saat-saat tertentu tampak bergerak mundur (disebut “retrograde motion”). Awalnya gerak mundur ini dicoba dijelaskan dengan suatu epicycle, yakni lingkaran bantu pada orbit tiap planet. Maksudnya, ada suatu titik yang mengorbit mengelilingi bumi (masih geosentris!), lalu planet-planet itu bergerak mengelilingi titik tersebut. Tapi makin lama, epicycle ini makin rumit, makin membingungkan dan makin tidak bisa diprediksi.

Sampai Copernicus muncul menyederhanakan model tadi dengan ide bahwa semua planet, termasuk bumi, harusnya mengelilingi matahari. Maka tiba-tiba seluruh fenomena retrograde motion tadi jadi bisa dijelaskan. Retrograde motion terjadi karena periode planet dalam mengelilingi matahari (atau disebut “revolusi”) tidak sama. Misalnya revolusi bumi 365.25 hari, sedang Mars 687 hari. Maka ada saat-saat di mana Mars tampai “di depan” bumi, kemudian tiba-tiba “di belakang” bumi. Ini mirip dengan arena balap sepeda, di mana yang di lingkaran dalam kecepatannya lebih tinggi dari di lingkaran luar. Itulah retrograde motion.

Rotasi Bumi dan Matahari Terbit

Yang membuat matahari terbit di timur adalah perputaran bumi pada porosnya (“rotasi”). Bumi berrotasi dari barat ke timur, sehingga Indonesia selalu melihat matahari lebih dulu daripada India. Arah barat-timur sebenarnya hanya arah relatif terhadap arah poros bumi. Ini dikenal dengan “hukum tangan kanan”: kalau ibu jari tangan kanan menghadap utara, maka arah keempat jari yang lain adalah arah rotasi. Arah poros bumi diorientasikan ke sejumlah bintang kutub utara. Bisa saja orbit bumi terganggu dan arah poros ini bergeser, seperti dibuktikan dari sejumlah penelitian bahwa di masa lalu poros bumi itu tidak seperti saat ini. Fenomena ini disebut perkelanaan kutub (polar wandering). Bahkan kita bisa berkhayal bahwa yang sekarang Utara itu bisa saja suatu saat Selatan. Namun selama arah rotasi bumi masih mengikuti hukum tangan kanan, maka daerah sebelah timur masih lebih dulu melihat matahari. Artinya, kemanapun poros bumi menghadap, selama rotasinya tetap, maka matahari tetap tampak terbit dari “timur”.

Perlambatan Rotasi Bumi

Dulu orang mendefinisikan satu hari sebagai satu kali bumi berputar pada porosnya. Sebagai acuan perputaran adalah objek astronomis yang dianggap tetap (bintang yang jauh). Inilah yang disebut jam astronomis. Sekali putaran perlu waktu 23 jam 56 menit 4 detik. Hanya karena bumi juga mengitari matahari, maka satu hari jadi 24 jam.

Sejak ditemukannya jam atom yang sangat stabil dan teliti, maka orang lalu bisa mengukur periode astronomi itu lebih akurat. Dan hasilnya orang menemukan bahwa jam astronomis itu tidak stabil. Kadang lebih cepat dan kadang lebih lambat. Orang lalu memisahkan antara gangguan sesaat (temporer) dari gangguan tetap yang berjangka panjang. Sebuah badan ilmiah dibentuk khusus untuk itu, yaitu International Earth Rotation Service yang berpusat di Observatorium Paris.

Efek temporer disebabkan objek-objek langit lain yang kebetulan sedang berdekatan. Ini dikenal dengan “multi-body-problems”. Sedang efek jangka panjang dipastikan akibat pasang surut, baik oleh bulan maupun matahari. Beberapa ilmuwan telah mengukur efek ini. Mereka menggunakan ribuan data astronomi. Yang paling mutakhir adalah dengan 15 tahun lunar-laser ranging, yakni pengukuran laser ke beberapa cermin reflektor yang dipasang di bulan oleh missi-missi ruang angkasa Amerika atau Russia. Dickey, Williams dan Newhall (1984) memberi angka 1,9 ms/cy. Artinya rotasi bumi melambat 1,9 per seribu detik dalam seabad! Angka yang amat kecil, namun efek kumulatifnya ke depan menarik untuk diselidiki lebih lanjut (Bretterbauer, 1989, p 98).

Para ahli menduga beberapa skenario.

Pertama, rotasi bumi akan melambat sedemikian rupa, sampai suatu ketika akan sama dengan revolusi bulan mengitari bumi. Pada kondisi ini, panjang hari akan menjadi sebulan qomariah. Sisi bumi yang menghadap bulan akan konstan, sedang sisi lainnya tidak akan pernah lagi melihat bulan. Pada saat seperti itu tentu perintah sholat dan puasa akan menjadi absurd. Kondisi ini diperkirakan terjadi minimal 261 abad lagi. Angka ini belum bisa dipastikan karena masih menunggu data yang lebih banyak lagi dari beberapa satelit pengamat dinamika matahari untuk mengetahui pengaruh pasang surut matahari. Ada beberapa ilmuwan yang memprediksi sampai beberapa milyar tahun.

Kedua, rotasi bumi akan terus melambat sampai akhirnya rotasi bumi sama dengan revolusi bumi mengitari matahari. Pada kondisi ini, panjang hari akan menjadi setahun syamsiah. Sisi bumi yang menghadap matahari akan konstan, selalu siang, dan akan panas sampai ratusan derajat Celcius, sedang sisi lainnya akan selalu malam dan membeku melebihi dinginnya kutub saat ini. Pada wilayah perbatasan akan selalu berhembus topan dengan kecepatan ribuan kilometer/jam. Bumi sudah tidak akan bisa lagi dihuni mahluk hidup. Kondisi ini diperkirakan terjadi minimal 954 abad lagi – walaupun banyak juga ilmuwan yang menduga setelah beberapa milyar tahun.

Namun jelas, kedua efek ini tidak akan membuat arah rotasi bumi menjadi berbalik, sehingga matahari tampak terbit dari barat. Rotasi bumi tidak pernah benar-benar akan berhenti lalu berbalik arah. Dia hanya akan setimbang, dan titik setimbangnya pada asumsi pertama adalah saat rotasi bumi sama dengan revolusi bulan; sedang pada asumsi kedua saat rotasi bumi sama dengan revolusinya mengitari matahari.

Namun sekali lagi, masih banyak yang kita belum tahu. Bisa jadi, jika didapatkan bahwa rotasi matahari berlawanan arah dengan revolusi bumi mengitarinya, efek rotasi bumi terbalik itu masih bisa terjadi. Namun yang jelas, ketika kondisi itu ada, bumi sudah tidak layak lagi dihuni manusia.

Jadi bila dikatakan ketika kiamat terjadi matahari terbit dari barat, ya bisa saja, namun saat itu mungkin sudah tidak ada manusia menyaksikannya, kecuali bila mereka sudah menciptakan teknologi canggih yang mengantisipasi ekologi bumi yang sudah tidak ramah pada kehidupan.

Bencana Kosmik

Yang lebih mungkin dalam mengganggu rotasi bumi sehingga berbalik dan matahari tampak terbit dari barat adalah bila hadir suatu objek langit yang bermassa sangat besar (lebih besar dari bulan!) dengan lintasan sangat dekat dengan bumi. Saat ini objek “liar” yang ada seperti komet atau asteroid tidak ada yang sebesar itu. Kalaupun ada komet sebesar Schomaker-Levy yang menghantam Jupiter tahun 1996 lalu, atau seperti dalam film Armagedon ada asteroid khayal sebesar negara bagian Texas menghantam bumi, maka yang timbul hanya bencana ekologis yang dahsyat, namun belum akan merubah arah rotasi bumi.

Namun lain persoalannya bila hadir suatu objek yang disebut “black-hole”. Objek ini bermassa paling kecil seperseribu matahari atau 333 kali bumi, namun besarnya hanya beberapa kilometer saja. Karena sangat padat, maka medan gravitasinya sangat tinggi, semua materi di dekatnya akan terhisap, sampai-sampai cahayapun tidak bisa lepas darinya. Akibatnya, blackhole tidak akan kelihatan! Dia hanya akan terdeteksi bila cahaya bintang di belakangnya tiba-tiba seperti hilang “tertelan” sesuatu yang gelap.
Kalau blackhole mendekati bumi, maka akan terjadi bencana kosmik maha dahsyat. Bulan yang massanya 1/81 bumi akan keluar dari orbitnya – mungkin termakan oleh blackhole. Bumipun akan berguncang sangat dahsyat, gunung-gunung akan berhamburan. Mungkin saja rotasi bumi jadi berbalik dan matahari tampak muncul dari barat. Tapi semua sudah telat. Itulah kiamat. Tidak ada lagi saat untuk bertobat.

Arah Perputaran Aliran Sungai Amazon
Orang orang mengatakan : Aliran suatu sungai selalu mengarah ke timur. Sebenarnya sejumlah sungai besar di dunia, pada kenyataannya memang mengalir ke arah timur. Termasuk sungai terbesar di dunia, Sungai Amazon, di Amerika Selatan. Berdasarkan laporan BBC pada tanggal 24 Oktober 2006, dulunya aliran sungai Amazon ini pernah mengarah kearah barat, bukannya mengarah ke timur seperti sekarang ini.

Para peneliti dari University of North Carolina (UNC) berhasil menyimpulkan suatu temuan dari hasil penelitian terhadap lapisan batu di Sungai Amazon. Mereka masih belum dapat memastikan waktu yang tepat kapan berubahnya arah aliran sungai ini, perkiraan mereka adalah sekitar 65 juta tahun silam, atau mungkin juga lebih lama lagi. Sebelum itu, arah aliran Sungai Amazon mengarah ke barat.

Perubahan Kutub Bumi

Tidak hanya aliran sungai dapat berubah arah, bahkan kedua kutub bumi kita ini pun telah mengalami perubahan.

Dalam majalah Science edisi 8 September 2006, diberitakan bahwa ilmuwan dari Australia, Tiongkok, dan Norwegia dalam riset bersama terhadap lapisan batuan berhasil menemukan, bahwa telah terjadi perubahan kutub bumi. Jika dijabarkan secara nyata, selama 20 juta tahun ini, arah kutub utara telah menyimpang sebesar 50 derajat. Perubahan ini setara dengan jarak antara Alaska (atau Siberia) hingga ke garis khatulistiwa.

Namun saya belum menemukan kesimpulan teori mengenai pergeseran posisi terbit matahari yang sudah terjadi pada saat ini...

Setelah tanda-tanda ilmiah dari alam itu semuanya terbukti terjadi, maka akan disusul dengan terjadinya peperangan yang terus-menerus berlangsung sampai Imam Mahdi menjadi penguasa, dan memenuhi dunia ini dengan keadilan, kesejahteraan, dan keberkahan. Itulah zaman keemasan dimana kebenaran Islam akan menyentuh seluruh hamparan bumi dan keharumannya semerbak menyebar hingga tujuh lapis langit.

Allah Ta’ala Berfirman :
“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi).”
(Qur’an surah al Qashash ayat 5)

Imam Malik (pemimpin mazhab Maliki yang merupakan murid dari guru kami Imam Ja’far as Shadiq as) berkomentar mengenai Firman Allah (QS. 28:5) Sebagai berikut : "Pembuktian atas ayat ini belum terjadi, dan bahwa umat Islam masih menunggu munculnya manusia (Imam Mahdi) yang akan menjadi sarana bagi terwujudnya ayat tersebut"
(Ath-Thabarsi dalam Majma'ul Bayan fi Tafsir Al-Qur'an jilid V hal 24)

Kaum muslimin yang meyakini dan menanti kedatangan Imam Mahdi akan diselamatkan dengan dua cara. Pertama bagi mereka yang memiliki ketajaman mata hati maka Allah akan memberikan ilham mengenai keberadaan Shahibuz Zaman. Kedua bagi kalangan pengikut yang memiliki ketawadhuan maka Imam Mahdi as akan mengirimkan para pembantunya untuk menjemput dan menyelamatkan orang-orang yang didalam hatinya memiliki kepercayaan kepada beliau.

Maka penting sekali bagi kita untuk meneguhkan keyakinan dan memperkuat riyadhah dan mujahadah agar bashirah (mata hati) kita terbuka sehingga dapat mengenali keberadaan Imam Mahdi as. Karena Rasulullah Saww telah bersabda :

“Barangsiapa yang mati tanpa mengetahui dan taat kepada Imam zamannya, maka dia mati dalam keadaan jahiliyyah.”
(HR.Muslim ; Shahih Muslim jilid 6, hal.22 ; Sunan al Baihaqi jilid 8 hal.156 ; Tafsir Ibnu Katsir jilid 1, hal.517 ; al Majma al Haitsami jilid 5, hal.218 ; Sunan Abu Daud ; Musnad Ahmad bin Hambal, jilid 3, hal.446 ; dan lain-lain)



Menurut pendapat para ahli sejarah dan hadis, Imam Mahdi as dilahirkan pada malam Jumat, 15 Sya’ban 255 atau 256 H. Ayahanda beliau adalah Imam Hasan al-’Askari dan ibunda beliau—menurut beberapa riwayat—bernama Narjis, Shaqil, Raihanah, atau Susan. Akan tetapi, beragamnya nama yang dimiliki oleh ibunda beliau ini tidak mengindikasikan keberagaman diri sebagai seorang wanita. Karena, tidak menutup kemungkinan beliau memiliki nama-nama yang beragam sebagaimana layaknya orang-orang besar lainnya. Tempat kelahiran beliau adalah Samirra`, sebuah kota besar di Irak dan pada masa kekhilafahan Bani Abbasiah pernah menjadi ibu kota kerajaan. Muhammad Kazhim al-Qazwini, al-Imam al-Mahdi min al-Mahd ilâ azh-Zhuhûr, hal. 22-23.

Silsilah nasab beliau secara terperinci adalah Muhammad al-Mahdi bin Hasan al-‘Askari bin Ali al-Hadi bin Muhammad al-Jawad bin Ali ar-Ridha bin Musa al-Kazhim bin Ja’far as-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali as-Sajjad bin Husain as-Syahid bin Ali bin Abi Thalib as.

Kelahiran beliau adalah sebuah realita yang tidak dapat dipungkiri. Banyak sekali bukti historis dan tekstual yang menegaskan hal itu.

Imam Ja’far ash-Shadiq as berkata: “Tidak akan meninggal dunia salah seorang dari kami kecuali ia akan meninggalkan seseorang yang akan meneruskan missinya, berjalan di atas sunnahnya dan melanjutkan dakwahnya.” Ushûl al-Kâfî, jilid 1, hal. 397.

Hakimah, bibi Imam Hasan al-‘Askari as pernah menggendong beliau dan melihat di bahu sebelah kanannya tertulis “Kebenaran telah datang dan kebatilan telah sirna”. (QS. Al-Isrâ`: 81).

Kurang lebih enam puluh lima ulama Ahlussunnah dalam buku-buku mereka juga menegaskan hal itu. Syeikh Najmuddin al-‘Askari dalam bukunya al-Mahdi al-Mau’ûd al-Muntazhar menyebutkan empat puluh nama mereka dan Syeikh Luthfullah ash-Shafi dalam bukunya Muntakhab al-Atsar menyebtukan dua puluh enam nama. Untuk telaah lebih luas mengenai hal ini,silakan merujuk ke buku al-Imam al-Mahdi min al-Mahdi ilâ azh-Zhuhûr, karya Allamah Muhammad Kazhim al-Qazwini, hal. 97-100, cetakan pertama, penerbitan an-Nur, Beirut. Di antara mereka adalah:

a. Ali bin Husain al-Mas’udi. Ia menulis: “Pada tahun 260, Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Muhammad bin Ali bin Musa bin Ja’far bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib as meninggal dunia pada masa kekhilafahan al-Mu’tamid al-Abbasi. Ketika meninggal dunia, ia baru berusia dua puluh sembilan tahun. Ia adalah ayah Mahdi al-Muntazhar.” Murûj adz-Dzahab, jilid 4, hal. 199, cetakan Mesir 1377 M.

b. Syamsuddin bin Khalakan. Ia menulis: “Abul Qasim Muhammad bin Hasan al-‘Askari bin Ali al-Hadi bin Muhammad al-Jawad adalah imam Syi’ah yang kedua belas. Julukannya yang terkenal adalah al-Hujjah. Syi’ah menjulukinya dengan al-Muntazhar, al-Qâ`im dan al-Mahdi. Ia dilahirkan pada hari Jumat, 15 Sya’ban 255. Ketika ayahnya meninggal dunia, usianya baru lima tahun. Nama ibunya adalah Khamth, dan menurut pendapat sebagian ulama, Narjis.” Tarikh Ibnu Khalakan (Wafayât al-A’yân), jilid 3, hal. 316, cetakan Mesir, Maktabah an-Nahdhah al-Mishriyah.

c. Syeikh Abdullah asy-Syabrawi. Ia menulis: “Imam kesebelas adalah Hasan al-‘Askari. Ia lahir di Madinah pada tanggal 8 Rabi’ul Awal 232, dan pada tanggal 8 Rabi’ul Awal 260 meninggal dunia pada usia dua puluh delapan tahun. Cukuplah menjadi sebuah kebanggaan baginya bahwa ia adalah ayah Imam Mahdi al-Muntazhar … Mahdi dilahirkan di Samirra` pada malam nishfu Sya’ban 255, lima tahun sebelum kewafatan ayahnya. Dari sejak dilahirkan, ayahnya selalu menyembunyikannya dari pandangan umum karena beberapa problem (yang menuntut) dan kekhawatiran terhadap ulah para khalifah Abbasiah. Karena Bani Abbas selalu mencari-cari keluarga Rasulullah dan menjatuhkan hukuman terhadap mereka, membunuh atau menggantung mereka. Hal itu dikarenakan mereka berkeyakinan bahwa dinasti kerajaan mereka akan musnah di tangan keluarga Muhammad. Yaitu, di tangan Imam Mahdi as. Dan mereka mengetahui realita ini dari hadis-hadis yang mereka dengar dari Rasulullah SAWW.” Al-Ittihâf bi Hubb al-Asyrâf, hal. 178, cetakan Mesir 1316 H. menukil dari al-Mahdi al-Mau’ûd al-Muntazhar, karya Syeikh Najmuddin Ja’far al-‘Askari, jilid 1, hal. 200-201, cetakan Beirut 1397 H.

d. Syeikh Abd. Wahhab asy-Sya’rani. Ia menegaskan: “Mahdi adalah salah seorang dari putra-putra Imam Hasan al-‘Askari as. Ia dilahirkan pada malam nishfu Sya’ban 255. Ia hidup (hingga sekarang) sehingga ia berjumpa dengan Nabi Isa as (kelak).” Al-Yawâqît wa al-Jawâhir, hal. 145, cetakan Mesir 1307 M.

e. Syeikh Sulaiman al-Qunduzi al-Hanafi. Ia menulis: “Satu berita yang pasti dan paten di kalangan orang-orang yang dapat dipercaya adalah, bahwa kelahiran al-Qâ`im terjadi pada malam nishfu Sya’ban 255 di kota Samirra`.” Yanâbî’ al-Mawaddah, hal. 452, menukil dari al-Mahdi al-Mau’ûd, jilid 1, hal. 212-213.

Kehidupan politik di zaman heliau sarat dengan kekacauan, fitnah dan pergolakan yang terjadi di mana-mana. Keadaan ini dilukiskan oleh Thahari: "Pada masa pemerintahan al-Mukhtadi seluruh dunia Islam dilanda oleh fitnah".(Tarikh Thabari, Jilid VII hal 359)


Dalam situasi seperti inilah, Imam akhirnya ghaib dan hanya beberapa orang saja yang bisa menermuinya. Keghaiban Imam Mahdi terdiri dari dua periode; Ghaib Sughra dan Ghoib Kubra. Ghaib Sughra berlangsung sejak kelahiran beliau tahun 225 H, semasa hidup ayahnya. Pada masa Ghaib Sughra ini beliau hanya bisa ditermui oleh empat orang wakilnya yaitu:


1. Utsman bin Said al-Umari al-Asadi.
2. Muhammad bin Utsman bin Said al-Umari al-Asadi, wafat tahun 305 H.
3. al-Husein bin Ruh al-Naubakti, wafat tahun 320 H.
4. Ali bin Muhammad al-Samir, wafat 328/329 H.

Keghaiban Sughra ini berlangsung selama 70 tahun. Sedang Ghaib Kubra terjadi sejak wafatnya wakil Imam yang keempat, Ali bin Muhammad Al-Samir, hingga Allah mengijinkan kemunculannya. Dalam masa Ghaib Kubra ini terputuslah hubungan beliau dengan para pengikutnya. Semoga Allah mempercepat kemunculannya. Amin Ya Rabbal 'Alamin.



Ditengah penantian singkat ini mengapa kita masih saja dibutakan oleh dunia yang Fana ini, Bukankah Rasulullah Saww Nabi penutup Akhir Zaman ? dan bukankah Imam Mahdi as Tinggal menunggu kemunculan kembalinya bersama Nabi Isa as ?

Firman Allah, “Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelumnya atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” (QS. Al-An’am: 158).

Firman Allah, “Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu.” (QS. Al-An’am: 158).

Firman Allah, “Maka tatkala mereka melihat adzab Kami, mereka berkata, ‘kami beriman hanya kepada Allah saja dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah’. Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir.” (QS. Al-Mu’min: 84-85).

Firman Allah, “Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan hari Kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya.” (QS. Az-Zukhruf: 66). Wallahu a’lam.

Allahumma Shalli ‘Ala Muhammad Wa Aali Muhammad
Wassalamu alaikum wr wb..
Ditulis sekitar satu bulan yang lalu · Komentar · SukaTidak Suka
Anda dan 9 orang lainnya menyukai ini.
9 orang menyukai ini.
Irfan Darsina
Irfan Darsina pada 02 Juni 4:21
subhanallah....
ini note yang sangat menggugah.
syukran ustadz.
salam dan salawat.
Tampilkan 15 komentar lainnya...
Loper Koran
Loper Koran pada 04 Juni 5:59
wAllohu a'lam.. :)
Rido Al' Wahid
Rido Al' Wahid pada 26 Juni 20:29
sallia ala Muhammad wa ali Muhammad,
ya Allah dengarlah rintihan kami,
yang menanti Hujjahmu,
Menanti Kemenangan yang Engkau Janjikan....
... Baca Selengkapnya
Ya Allah, telah Banyak dosa yang kuperbuat
Telah Kotor hatiku karena telah lalai dalam mengingatmu
apakah, aku masih dapat kembali menyaksikan
keindahan Rahmat dan Karuniamu,
sebelum Engkau memanggilku untuk
mempertanggung jawabkan segala perbuatanku....

Ya Allah jangan Engkau memanggilku sebelum ku dapat
mengenal lebih jauh tentang Hujjahmu...
Ya Robb...dalamtu nafhsi dalamtu nafhsi
Salli Ala Muhammad wa Ali Muhammad

Semoga Ku dapat termasuk dalam golongan Pembela Al Mahdi Al muntazar AFS
Tulis komentar...
Posisi Matahari Terbit Telah Berubah... sekarang di timur laut...
Bagikan
30 Mei 2009 jam 4:42

(Erabaru.or.id) - Dalam perjalanan sejarah, kerajaan demi kerajaan silih berganti, kejadian apa saja yang telah terjadi? Seiring dengan pemahaman kita terhadap dunia ini, banyak hal yang kemudian semakin jelas.

Arah Perputaran Aliran Sungai Amazon
Orang orang mengatakan : Aliran suatu sungai selalu mengarah ke timur. Sebenarnya sejumlah sungai besar di dunia, pada kenyataannya memang mengalir ke arah timur. Termasuk sungai terbesar di dunia, Sungai Amazon, di Amerika Selatan. Berdasarkan laporan BBC pada tanggal 24 Oktober 2006, dulunya aliran sungai Amazon ini pernah mengarah kearah barat, bukannya mengarah ke timur seperti sekarang ini.

Para peneliti dari University of North Carolina (UNC) berhasil menyimpulkan suatu temuan dari hasil penelitian terhadap lapisan batu di Sungai Amazon. Mereka masih belum dapat memastikan waktu yang tepat kapan berubahnya arah aliran sungai ini, perkiraan mereka adalah sekitar 65 juta tahun silam, atau mungkin juga lebih lama lagi. Sebelum itu, arah aliran Sungai Amazon mengarah ke barat.

Perubahan Kutub Bumi

Tidak hanya aliran sungai dapat berubah arah, bahkan kedua kutub bumi kita ini pun telah mengalami perubahan.

Dalam majalah Science edisi 8 September 2006, diberitakan bahwa ilmuwan dari Australia, Tiongkok, dan Norwegia dalam riset bersama terhadap lapisan batuan berhasil menemukan, bahwa telah terjadi perubahan kutub bumi. Jika dijabarkan secara nyata, selama 20 juta tahun ini, arah kutub utara telah menyimpang sebesar 50 derajat. Perubahan ini setara dengan jarak antara Alaska (atau Siberia) hingga ke garis khatulistiwa.

Dalam kebudayaan suku bangsa Maya yang sangat maju, juga terdapat catatan serupa. Berdasarkan kalender suku Maya, terhitung sejak 1992 hingga 2012, bumi kita akan memasuki suatu masa Siklus Besar yang terjadi setiap 5200 tahun sekali yang merupakan masa penutup dari fase terakhir, yang juga disebut “Masa Perubahan Bumi. Dalam kebudayaan suku Maya itu juga telah diramalkan, bahwa pada tahun 2012 medan magnet bumi juga akan mengalami perubahan.

Sementara India Daily dalam beri-tanya pada tanggal 1 Maret 2005 melaporkan, bahwa ada sejumlah ilmuwan geofisika dan astronomi dari perusahaan Hyderabad telah meramalkan bahwa pada tahun 2012 akan terjadi perputaran terbalik pada kutub bumi maupun kutub matahari. Perputaran terbalik kutub bumi artinya kutub utara dan kutub selatan akan bertukar posisi. Selama dalam proses ini di bumi akan terjadi suatu fenomena dimana dalam kurun waktu tersebut akan sama sekali tidak ada daya tarik menarik medan magnet.

Cakrawala Yang Teramat Luas, Musim Demi Musim Silih Berganti
Dalam perjalanan sejarah yang sedemikian panjang, jika seandainya kutub bumi dapat saling bertukar posisi, aliran Sungai Amazon akan berbalik arah, maka kehancuran makhluk bumi dan kemunculan spesies baru, tidak akan perlu dipertanyakan lagi.

Berdasarkan hasil penelitian, para ilmuwan telah menemukan bahwa di bawah lapisan es dan salju ada sejumlah makhluk hidup yang pernah hidup. Shen Gua dari Dinasti Song dalam karyanya Catatan Meng Xi menuliskan bahwa : Di antara kedua tebing sebelah utara gunung Taixing, terlihat adanya lapisan kulit- kulit kerang dan butir-an butiran seperti telur burung, melintang di sepanjang tebing membujur seperti untaian pita. Ini adalah tanda bekas lautan di masa lampau, sekarang sebelah timur hanya berjarak beberapa ratus kilometer saja dengan laut.

Ge Hong dari Dinasti Jin dalam karyanya Legenda Dewata memuat catatan yang lebih luas dibanding de-ngan catatan Da Yu dalam Legenda Pengaturan Air-nya. Dalam catatan tersebut dikatakan bahwa setelah pu-luhan juta tahun maka daratan akan menjadi lautan luas, dan lautan luas setelah puluhan juta tahun akan menjadi daratan. Selang waktu bertemu Dewa Ma Gu dan Wang Fang Ping dengan pertemuan sebelumnya, telah melalui 3 kali pergantian laut menjadi daratan.

Beberapa ratus tahun belakangan ini, terutama puluhan tahun terakhir, di bawah pengaruh kegiatan manusia, perubahan iklim besar besaran telah terlihat antara garis khatulistiwa hingga ke kedua kutub : suhu udara semakin meningkat, es dan salju meleleh, bah-kan beruang beruang di Islandia pun tidak dapat tidur musim dingin lagi.

Jika terus seperti ini, maka kita sebagai umat manusia akan menghadapi masa depan yang suram.
Musnahnya Peradaban Tinggi Masa Lalu.

Didalam buku catatan sejarah, kita akan dapat melihat kebangkitan dan keruntuhan suatu peradaban. Misalnya buku yang berjudul Menyibak Cadar Kebudayaan Pra Sejarah tercatat ba-nyak sekali penemuan penemuan yang menyangkut hal ini.

Salah satunya penemuan peradaban Kreta (Crete) yang pernah berjaya lebih 3000 tahun silam di Laut Tengah, yang terkenal dengan arsitektur istananya yang sangat rumit namun mewah. Namun kebudayaan yang sedemikian agung itu justru ikut lenyap tanpa sebab musabab yang jelas. Menghilangnya kebudayaan bangsa ini secara misterius, telah menjadi salah satu teka teki yang telah sekian lama membayangi para ahli arkeolog dunia.

Dicopas dari http://www.facebook.com/topic.php?uid=55699992009&topic=15331 Faizal Kazim
Diperbarui sekitar sebulan yang lalu · Komentar · SukaTidak Suka
Anda menyukai ini.
Wenny Winda Manoppo
Wenny Winda Manoppo pada 30 Mei 5:59
hiii.....mengerikan
Tampilkan 3 komentar lainnya...
Alfan Arrasuli
Alfan Arrasuli pada 30 Mei 6:22
Sekarang posisinya sudah di timur laut
Juragan Parijs Van Java
Juragan Parijs Van Java pada 30 Mei 12:41
yups
Tulis komentar...
Facebook Haram? Masa SEEEEHH??? Benarkah???
Bagikan
25 Mei 2009 jam 5:13
22 Mei 2009 11:34:04 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Kediri - Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) Se-Jawa Timur mengaramkan hukum chatting berlainan jenis via Facebook, Friendster, HP, 3G dan SMS. Keputusan itu berdasarkan hasil Bahtsul Masa'il ke-XI FMP3 di Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kediri.
Humas Ponpes Lirboyo, Nabil Harun mengatakan, berdasarkan keputusan dari FMP3 Se-Jatim, pendekatan antara kaum laki-laki dan perempuan baik dengan HP, 3G, Friendster dan Facebook dilarang.
"Komunikasi via HP pada dasarnya sama dengan komunikasi secara langsung. Hukum komunikasi dengan lawan janis tidak diperbolehkan kecuali ada hajat seperti dalam rangka khitbah, muamalah dan lain sebagainya," papar Nabil Harun, Jumat (22/5/2009).
Mengenai pengenalan karakter dan penjajakan lebih jauh terhadap lawan jenis seperti dalam deskripsi tidak dapat dikategorikan hajat karena belum ada 'azm (keinginan kuat untuk menikahi orang tertentu).
"Sedangkan hubungan via 3G juga tidak diperbolehkan bila menimbulkan syahwat atau fitnah," tegasnya.
Oleh karena itu, imbuh Nabil, pihaknya juga meminta bantuan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar mensosialisaikan tentang hukum haram dari hubungan lawan jenis via HP, 3G, Facebook, Friendster.
"Kita juga meminta kepada MUI, agar menyebar luaskan informasi ini," tutur Nabil Harun.
Nantinya, terus Nabil Harun, kedepan akan terus dikaji tentang perkembangan fasilitas internet seperti Facebook, Friendster dan lain sebagainya. Bilamana dampak buruknya jauh lebih besar dibanding baiknya, maka tidak menutup kemungkinan fasilitas internet tersebut akan dihukumi haram. (nng/eda)

http://www.beritajatim.com/detailnews.php/2/Gaya_Hidup/2009-05-22/35177/FMPP_Jatim:_Facebook_Haram
Diperbarui sekitar sebulan yang lalu · Komentar · SukaTidak Suka
Anda menyukai ini.
Faizal Kasim
Faizal Kasim pada 25 Mei 6:14
Jika sampai jatuh fatwa haram, bagi saya hanya menunjukkan kesempitan ilmu dan keragu-raguan iman...atau mungkin keputusasaan..
Jika di telaah secara lebih dalam, bukankah media seperti semua di atas adalah media efektif bagi dakwah..

Jika iman dan taqwa hanya sampai di kerongkongan tidak heran ada pendapat seperti ini...
Bukankah iman adanya di dada?... Baca Selengkapnya

Semoga manusia ALLAH icerahkan dari orang2 yang mengambil ayat-ayatNYA bukan dari yang berhak mentakwilnya.

Allahuma Shali Ala Muhammad Waa Ali Miuhammad
Tampilkan 3 komentar lainnya...
Indra Permana
Indra Permana pada 25 Mei 16:45
semua ini pasti ada hikmah nya... mungkin kita ambil yang positifnya aja..karena perbedaan di antara kita semua,mungkin ada pembelajaran di dalam nya.
Andi Azwar
Andi Azwar pada 25 Mei 21:14
dari sisi lain.. PP ini itu keluarin fatwa...org ini itu keluarin fatwa cape..... dech......
Tulis komentar...
Mata yang tidak pernah menangis pada Hari Kiamat. (dari : Kang Jalal)
Bagikan
21 Mei 2009 jam 14:12

Semua kaum Muslim berkeyakinan bahwa dunia dan kehidupan ini akan berakhir. Akan datang suatu saat ketika manusia berkumpul di pengadilan Allah Swt. Al-Qur’an menceritakan berkali-kali tentang peristiwa Hari Kiamat ini, seperti yang disebutkan dalam surah Al- Ghasyiyah ayat 1-16.

Dalam surah itu, digambarkan bahwa tidak semua wajah ketakutan. Ada wajah-wajah yang pada hari itu cerah ceria. Mereka merasa bahagia dikarenakan perilakunya di dunia. Dia ditempatkan pada surga yang tinggi. Itulah kelompok orang yang di Hari Kiamat memperoleh kebahagiaan.

Tentang wajah-wajah yang tampak ceria dan gembira di Hari Kiamat, Rasulullah pernah bersabda, "Semua mata akan menangis pada hari kiamat kecuali tiga hal. Pertama, mata yang menangis karena takut kepada Allah Swt. Kedua, mata yang dipalingkan dari apa-apa yang diharamkan Allah. Ketiga, mata yang tidak tidur karena mempertahankan agama Allah."

Mari kita melihat diri kita, apakah mata kita termasuk mata yang menangis di Hari Kiamat?

Dahulu, dalam suatu riwayat, ada seorang yang kerjanya hanya mengejar-ngejar hawa nafsu, bergumul dan berkelana di teinpat-tempat maksiat, dan pulang larut malam.Dari tempat itu, dia pulang dalam keadaan sempoyongan. Di tengah jalan, di sebuah rumah, lelaki itu mendengar sayup-sayup seseorang membaca Al-Quran.

Ayat yang dibaca itu berbunyi: "Belum datangkah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kenudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang yang fasik (Qs 57: 16).

Sepulangnya dia di rumah, sebelum tidur, lelaki itu mengulangi lagi bacaan itu di dalam hatinya. Kemudian tanpa terasa air mata mengalir di pipinya. Si pemuda merasakan ketakutan yang luar biasa. Bergetar hatinya di hadapan Allah karena perbuatan maksiat yang pemah dia lakukan. Kemudian ia mengubah cara hidupnya. Ia mengisi hidupnya dengan mencari ilmu, beramal mulia dan beribadah kepada Allah Swt. sehingga di abad kesebelas Hijri dia menjadi seorang ulama besar,
seorang bintang di dunia tasawuf.

Orang ini bernama Fudhail bin Iyadh. Dia kembali ke jalan yang benar karena mengalirkan air mata penyesalan atas kesalahannya di masa lalu lantaran takut kepada Allah Swt. Berbahagialah orang-orang yang pernah bersalah dalam hidupnya kemudian menyesali kesalahannya dengan cara membasahi matanya dengan air mata penyesalan. Mata seperti itu insya Allah termasuk mata yang tidak menangis di Hari Kiamat.

Kedua, mata yang dipalingkan dari hal-hal yang dilarang oleh Allah. Seperti telah kita ketahui bahwa Rasulullah pernah bercerita tentang orang-orang yang akan dilindungi di Hari Kiamat ketika orang-orang lain tidak mendapatkan perlindungan. Dari ketujah orang itu salah satu di antaranya adalah seseorang yang diajak melakukan maksiat oleh perempuan, tetapi dia menolak ajakan itu dengan mengatakan, "Aku takut kepada Allah".

Nabi Yusuf as. mewakili kisah ini. Ketika dia menolak ajakan kemaksiatan majikannya. Mata beliau termasuk mata yang tidak akan menangis di Hari Kiamat, lantaran matanya dipalingkan dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah Swt.

Kemudian mata yang ketiga adalah mata yang tidak tidur karena membela agama Allah. Seperti mata pejuang Islam yang selalu mempertahahkan keutuhan agamanya, dan menegakkan tonggak Islam. Itulah tiga pasang mata yang tidak akan menangis di Hari Kiamat, yang dilukiskan oleh Al-Quran sebagai wajah-wajah yang berbahagia di Hari Kiamat nanti. Wallahualam bissawab[]

(Jalaluddin Rakhmat, Renungan-Renungan Sufistik: Membuka Tirai Kegaiban, Bandung, Mizan, 1995, h. 165-167) Terimakasih pada Imam Pudjihartono yang mengirimkan naskah ini kepada saya. )

Hmmm.... Seneng Bacanya...
Diperbarui sekitar sebulan yang lalu · Komentar · SukaTidak Suka
Anda menyukai ini.
Salvatorie Anastasia Juliana
Salvatorie Anastasia Juliana pada 21 Mei 17:26
Kedua, mata yang dipalingkan dari hal-hal yang dilarang oleh Allah. Seperti telah kita ketahui bahwa Rasulullah pernah bercerita tentang orang-orang yang akan dilindungi di Hari Kiamat ketika orang-orang lain tidak mendapatkan perlindungan. Dari ketujah orang itu salah satu di antaranya adalah seseorang yang diajak melakukan maksiat oleh perempuan... Baca Selengkapnya, tetapi dia menolak ajakan itu dengan mengatakan, "Aku takut kepada Allah".

" Got it!":)..congratulation for winning back the senses and conscious..good job dude
Yesi Mariska
Yesi Mariska pada 22 Mei 3:32
It's a good script, Sir! Has impact to do contemplation...
Tulis komentar...
Doa Nudbah
Bagikan
13 Mei 2009 jam 12:31

Dengan Nama Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Segala Puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam

Semoga Allah memberikan shalawat dan salam

kepada Muhammad dan Keluarganya

Ya Allah bagi-Mu segenap pujian

atas ketentuan terhadap para wali-Mu

Yang terpilih sebagai pengayon agama-Mu

Yang telah Engkau berikan karunia yang banyak dari sisi-Mu

Karunia yang tidak akan hilang maupun berkurang

tentunya setelah Engkau syaratkan pada

mereka untuk tidak tergoda oleh kehidupan dunia yang hina

Kegemerlapan dan kemewahan dunia pun menjadi syaratnya

Engkau Mengetahui bahwa mereka akan menepati janji tersebut, karena itulah Engkau

terima dan dekatkan mereka di sisi-Mu.

Kau puji dan agungkan mereka

Kau turunkan malaikat-malaikat-Mu untuk mengiringi mereka.

Kau muliakan mereka dengan wahyumu

Kau bekali mereka denag ilmu-Mu.

Dan Kau jadikan mereka perantara-Mu dan penghubung Keridhaan-Mu

Dari mereka, ada yang Kau tempatkan di sorga hingga

Kau keluarkan dia darinya.

Ada yang Kau bawa dalam perahu-Mu dan dengan rahmat-Mu,

Kau curahkan selamatkan ia dan orang-orang beriman

yang bersamanya dari kehancuran.

Ada pula yang Kaujadikan kekasih-Mu. Yang memohon kepada-Mu lidah yang jujur di

akhirat maka Kau kabulkan

dan pilihkan untuknya seseorang dari keluarganya.

Ada pula yang Kau ajak bicara dari balik pahon

dan Kau jadikan saudaranya pembantu dan wazirnya.

Kadang mereka lahir tanpa ayah.

Kau lengkapi Ia dengan cahaya dan petunjuk.

Serta Kau bekali ia dengan Rohul Qudus.

Engkau berikan untuk masing-masing dari mereka

sesuatu syariat dan Engkau anjurkan sesuatu ajaran

Dan Engkau pilih untuk mereka para washi satu guna menjaga agama-Mu dari satu masa ke

masa yang lain, untuk menegakkan agama-Mu dan menjadi hujjah atas para hamba-Mu.

Agar kebenaran tidaklah sirna dari tempatnya

dan para pengikut kebatilan

dikalahkan oleh pengikut kebenaran.

Sehinnga tak seorangpun mengatakan :

”Seandainya Engkau {Ya Allah}mengutus kepada kami

seorang rasul yang memberi peringatan

dan Engkau tegakkan panji pemberi petunjuk

maka kami pasti akan mengetahui ayat-ayat dan bukti-bukti kebesaran-Mu sebelum

menjadi hina

dan sengsara {di hari kiamat}”.

Akhirnya Kau tutup misi kenabian

dengan kekasih pilihan-Mu Muhammad (saww).

Shalawat dan salam atasnya dan keluarganya.

Dialah pilihan untuk menjadi penghulu mahlukn-MU.

Dialah yang tersuci dari orang-orang yang Kau sucikan.

Dialah sebaik-baik pilihan-MU.

Dialah yang termulia dari para pembawa risalah-MU.

Engkau utamakan Dia diatas para nabi-MU.

Kau utus ia kepada jin dan manusia.

Kau taklukan untuknya timur dan barat.

Kau anugrahkan untuknya Buroq

dan kaum mi’rajkan ia ke langit-Mu.

Kau bekali ia dengan ilmu

akan hal-hal yang lalu dan yang akan datang

hingga penghabisan ciptaan-Mu.

Lalu Kau menangkan ia akan para musuhnya

dengan rasa takut dihianati mereka.

Kau utus Jibril dan Mikail serta malaikat lainnya menyertainya.

Kau janjikan kemenangan agamanya atas seluruh agama

walaupun kaum musyrikin tidak menyenanginya.

Setelah Kau tempatkan ia bersama kebenaran dan “Ahli “nya.

Kau janjikan untuknya dan untuk mereka Rumahnya pertama

yang didirikan untuk manusia yang terletak di Mekkah,

rumah yang diberkati dan petunjuk bagi alam semesta.

Di dalamnya terdapat tanda-tanda kekuasan-Mu,

maqam Ibrahim.

Barang siapa yang masuk di dalamnya akan merasa aman.

Dan Kau berfiman :”Hanya saja Allah berkedendak untuk menghilangkan keraguan dari

kalian wahai ahlul Bait dan mensucikan kalian sesuci-sucinya”.

Kemudian Kau jadikan upah {risalah}Muhammad {SAW} di dalam kitab-kitab-Mu, cinta

kasih kepada mereka.

Maka Kau berfirman :”Katakanlah bahwa aku tidak menghendaki upah apapun selain

kecintaan kerabatku.

Dan Kau berfirman:”Upah apapun yang kau minta adalah kalian juga”.

Dan Kau berfirman :”Aku tidaklah mengharapkan balasan dari kalian kecuali bagi mereka

yang mencari jalan tuhan”.

Mereka itulah jalan-Mu dan pengantar menuj ridha-Mu.

Maka tatkala saat-saat akhirnya {Nabi}tiba, ia tunjuk Ali bin Abi Thalib a.s. sebagai

wali dan petunjuk jalan karena ia pemberi peringatan dan pada setiap kaum da petunjuk

hidayah.

Ia bersabdah di hadapan Khalayak:”Siapa yang bersaksi bahwa saya adalah maulana dan

pepimpinnya, maka Ali adalah pemimpinnya pula. Ya Allah pimpinlah oarang yang

menjadikannya pemimpin dan musuhilah yang memusuhinya. Tolonglah orang yang

menolongnya dan hinakanlah yang menghinakannya.

Dia bersabda:

”Barang siapa yang bersaksi bahwa aku nabinya, maka Ali adalah pemimpinnya

Dia bersabda: “Saya dan Ali berasal dari satu pohon, sedangkan manusia lainnya dari

pohon yang bermacam-macam.

Dia samakan kedudukan Ali sebagaimana kedudukan Harun di sisi Musa seraya mengatakan

kepadanya :”Kedudukan di sisiku bak kedudukan Harun di sisi Musa.

Hanya saja tiada nabi setelahku”.

Dia kawinkan Ali dengan putrinya, penghulu wanita ala semesta Dia halalkan untuknya

dari mesjid apa yang boleh dan halal baginya.

Dan dia tutup pinti-pintu penghubung mesjid kecuali pintunya.

Lalu ia bekali Ali dengan ilmu dann hikmah seraya mengtakan :

”Aku adalah kota ilmu dan Ali pintunya. Barang siapa yang menghendaki kota

dan hikmah hendaknya ia mendatangi dari pintunya”.

Kemudian ia bersabda:”Engkau adalah saudaraku, washiku dan pewarisku. Dagingmu adalah

dagingku darahmu adalah darahku. Kedamaian adalah kedamaianku dan musuhmu adalah

musushku. Iman telah bercampur dengan darah dan dagingmu sebagaimana telah bercampur

dengan darah dagingmu sebagaimana telah bercampur dengan darah dan dagingmu.

Engkau khalifahku di telaga {Haud}kelak. Engkau yang melunasi hutang dan memenuhi

janjiku.

Para pengikutmu akan berada diatas mimbar yang terbuat dari cahaya sedang wajah

mereka berseri-seri di sekelilingku di dalam sorga. Merekalah para tetanggaku”.

Seandainya tak ada Engkau, orang mu’min tak dapat diketahui sepenggalanku kelak.

Dialah petunjuk jalan dari kesesatan sepeniggalnya.Cahaya dari kebutaan.

Tali Allah yang kokoh,jalan-Nya yang lurus.

Kerabat terdekat dan pemeluk islam pertama, tak ada seorangpun yang menyamai

kepiawaianya, mengikuti jejak langkah Rasul saww.

Berperang untuk meluruskan ta’wil yang salah tanpah peduli cercaan

siapapun.Menggetarkan hati para pemuka akrab.

Membinasakan pahlawan-pahlawan mereka. Mengadu ketangkasan dengan mereka.Maka

bersemilah kembang kedengkian Badr,Khaibar,Hunain dan lainnya.

Tertanamlah rasa kebencian terhadapnya.Tumbuhlah rasa ingin mengatasinya.

Lalu ia perangi golongan poengkhianat baiat,menyimpang kebenaran dan yang keluar dari

agama.

Dan tatkala ajal menjemputnya, dan ia dibunuh oleh orang celaka yang mengikutinya

pendahulunya.

Pemerintah rasulullah tentang para hadi {pemberi petunjuk} tidak

terlaksanakan.Sedangkan umat tetap membencinya dan bersepakat untuk memutuskan tali

kerabatnya dengan mengasingkan para putranya. Kecuali sedikit orang yang setia

menjaga dan mempertahankan hak mereka.

Sehingga ada yang terbunuh, ada yang tertawan dan ada pula yang diasingkan.Berlakulah

ketentuan {Qadha}atas mereka dengan harapan pahala dan balasan yang baik dari Allah.

Karena bumi adalah milik Allah. Dia wariskan kepada hamba yang di kehendaki-NYA, dan

akhir dari semuanya itu adalah milik orang-orang yang bertakwa.

Maha Suci Tuhan kami karena janji-NYA, akan terwujud. Sekali-kali Dia tidak pernah

mengingkari janji-NYA da Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Maka untuk orang-orang suci dari keluarga Muhammad dan Ali (salawat Allah atas

keduanya), menangislah para penangis.

Untuk mereka merataplah para peratap.

Untuk mereka teteskanlah air mata. Untuk mereka menjeritlah si penjerit. Untuk

mereka berteriaklah si peneriak. Untuk mereka histerislah orang yang histeris.

Di manakah AL-Hasan?…Dimanakah Al- Husain?… Dimanakah putra-putra Al-Husain?… Yang

soleh setelah yang soleh. Yang jujur setelah yang jujur.

Manakah jalan kebenaran setelah jalan kebenaran? Dimanakah pilihan setelah pilihan?

Dimanakah matahari-matahari yang terbit? Dimanakah bulan-bulan yang yang bersinar?

Dimanakah bintang-bintang yang terang?.

Dimanakah lambang –lambang agama dan pondasi-pondasi ilmu? Dimanakah baqiyyatullah

yang tak pernah sunyi dari keluarga petunjuk kebenaran.

Dimanakah orang yang dipersiapkan untuk memutuskan tali kedzaliman?

Dimanakah yang dinanti-nanti untuk meluruskan penyimpangan?

Dimanakah harapan penghapus kedzaliman dan permusuhan?

Dimanakah sang pembaharu fardhu dan sunnah?

Dimanakah yang terpilih sebagai pemulih agama dan syari’at?

Dimanakah harapan penghidup Al-Quran dan hukum-hukumnya?

Dimanakah pelita kehidupan agama dan pemeluknya?

Dimanakah pencabut akar kekuatan di pelampau batas?

Dimanakah penghancur bangunan syirik dan kemunafikan?

Dimanakah pembinasa orang-orang fasik,ahli maksiat dan kedzaliman?

Dimanakah pembersih jejak-jejak penyimpangan dan kedurjanaan?

Dimanakah penebas ranting-ranting kesesatan dan perselisihan?

Dimanakah pemotong tali-tali dusta dan kebohongan?

Dimanakah pembinasa si congkak dan durjana?

Dimanakah pembasmi kaum pembangkang, kesesatan dan kekafiran?

Dimanakah pemulia para auliya’ dan penghina para musuh?

( 7x )

Dimanakah pemersatu kalimat atas taqwa?

Dimanakah pintu ALLAH yang harus didatangi?

Dimanakah wahjullahI tempat para auliya’ menghadap?

Dimanakah tali yang terjulur dari langit hingga bumi?

Dimanakah pemilik hari kemenangan dan pengibar bendera hidayah?

Dimanakah pemersatu kebajikan dan keridhoan?

Dimanakah penuntut darah para nabi dan putra-putra mereka?

Dimanakah penuntut darah orang yang terbunuh di karbela?

Dimanakah si pemenang dalam memerangi musuh-musuh dan para pendustanya?

Dimanakah orang yang kesulitan yang tatkala berdoa di kabulkan?

( 7x )

Dimanakah pempimpin para makhluk yang bajik dan bertakwa?

Dimankah putra nabi Al-Musthofa, putra Ali Murtadho, putra Khadijah Al-Garra’, putra

Fatimah Al-Kubra.

Demi ayah, ibu, dan jiwaku, hanya untukmulah perlindungan dan pembelaan ( ku ).

Wahai putra para pemimpin-pemimpin ( yang dekat dengan ALLAH ). Wahai putra

orang-orang mulia.

Wahai putra para petunjuk kebenaran . Wahai putra para pilihan yang terdidik.

Wahai putra orang-orang terhormat yang mulia. Wahai putra orang-orang bersih yang

suci.

Wahai putra para dermawan yang suci.

Wahai putra para pembesar yang mulia.

Wahai putra purnama-purnama bersinar.

Whai putra pelita-pelita terang.

Wahai putra lampu-lampu pijar angkasa.

Wahai putra bintang-bintang gemilang.

Wahai putra jalan-jalan terang.

Wahai putra panji-panji berkibar.

Wahai putra ilmu-ilmu sempurna.

Wahai putra sunnah-sunnah masyhur.

Wahai putra ajaran-ajaran.

Wahai putra mu’zizat-mu’zizat.

Wahai putra bukti-bukti nyata.

Wahai putra jalan yang lurus.

Wahai putra berita yang besar.

Wahai putra yang di sebut dalam Al-Quran di sisi ALLAH Yang Maha Tinggi lagi Maha

Bijaksana.

Wahai putra ayat-ayat dan bayyinat.

Wahai putra dalil-dalil yang jelas.

Wahai putra bukti-bukti yang nyata dan terang.

Wahai putra hujjah-hujjah yang jitu.

Wahai putra ni;’mat-ni’mat yang tercurah.

Wahai putra Thaha dan Muhkamat.

Wahai putra yasin dan dzariyat.

Wahai putra Thur dan ‘Adiyat.

Wahai putra dia yang di dekatkan diantara dua busur atau lebih dekat dari itu, dekat

dengan ALLAH dzat Yang Maha Tinggi.

Oh, dimanakah gerangan tempat kau berada?

Tanah dan bumi manakah tempat kau berpijak?

Radhawa-kah ia atau lainnya atau mungkin pula bukit Thuwa? Sungguh berat rasanya

bagiku melihat manusia-manusia sedang engkau tak gerlihat olehku.

Dan tak kudengar bisikan maupun rintihanmu.

Sungguh berat penderitaanku atas segala musibah yang menimpamu.

Sedang rintihan dan ratapanku tak berguna bagimu.

Demi jiwaku, engkaulah si Ghaib yang tak pernah lepas dari kiamat.

Demi jiwaku, engkaulah harapan si pengharap baik mu’min maupun mu’minah yang selalu

mengingat tergetar olehmu.

Demi jieaku, engkaulah puncak kemuliaan yang tak terlampaui.

Demi jiwaku, engkaulah puncak kehormatan yang tak ternilai.

Demi jieaku, engkaulah sumber kenikmatan tiada banding.

Demi jieaku, engkaulah padanan kesempurnaan yang tak tersamai.

Sampai kapankah kegelisahanku menantimu wahai penghuluku?

Dengan untaian kata kata dan ungkapan apakah kulukiskan dirimu?

Berat kiranya bagiku mendapat jawaban pembicaraanmu.

Berat kiranya bagiku menangisimu sedang orang-orang menghinakanmu.

Berat rasanya bagiku apa yang menimpamu dan bukannya menimpa mereka.

Adakah yang menolongku, hingga kuperpanjang keluhan dan tangisan ini?

Adakah orang yang merintih sehingga kubantu rintihannya jika ia telah selesai.

Adakah mata yang kering hingga kubantu ia dengan air mataku?

Adakah jalan untuk menemuimu wahai putra Ahmad?

( 3x )

Akankah suatu hari kita kan bertemu?

Kapankah kiranya kami datang ke telagamu

untuk meminum hingga puas?

Kapankah kiranya kami dapat menikmati segarny airmu…sungguh telah lama rasanya dahaga

ini?

Kapankah kita berkumpul sepanjang hari sehingga tentram hati kami ini?

Kapankah saling berjumpa?

( 7x )

Sungguh panji kemenanganmu telah nampak. Akankah kau melihat kami mengelilingimu di

saat kau pimpin manusia.

Dan telah kau bentangkan keadilan di muka bumi.

Dan kau timpakan atas musuh-musuhmu azab dan kehinaan.

Engkau binasakan orang yang melampaui batas dan penentang kebenaran.

Engkau musnahkan orang-orang congkak.

Dan kau cabut akar-akar dzolimin.

Diwaktu itulah kami berucap “Segala Puji Bagi ALLAH Tuhan semesta alam”

Ya ALLAH, engkaulah pengurai segala kesulitan dan petaka. Kepada-MU lah ku mohon

pertolongan karena hanya dari-Mu lah pertolongan itu. Dan Engkaulah Tuhan dunia

akhirat. Maka tolonglah hamba-Mu ini para wahai penolong para peminta pertolongan.

Pertemukanlah dia dengan pemimpinnya wahai yang Maha Kuat. Hilangkanlah dari rasa

keputus asaan dan sejukanlah rasa dahaganya wahai penguasa’arsy dan yang menjadi

tempat kembali dan penghabisan.

Ya Allah kami adalah hamba-hamba yang merindukan wali-Mu yang mengingatkan kami

kepada-Mu dan kepada nabi-Mu. Engkau jadikan dia bentengdan tempat kami bernaung. Dan

Engkau tegakan ia sebagai sendi imam bagi orang-orang mu’min diantara kami. Maka

sampaikanlah salam hormat kami kepadanya dan tambahkanlah dengan itu kehormatan bagi

kami wahai Tuhan. Jadikanlah keberadaannya diantara kami keberadaan yang tetap.

Sempurnakanlah ni’mat-Mu dengan menjadikannya pemimpin kami. Hingga kau anugrahkan

Pada kami sorga-Mu dan kebersamaan para syuhada’ yang ikhlas pada-Mu.

Ya Allah limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.

Limpahkanlah shalawat kepada Muhammad kakeknya dan utusan-Mu sang pemimpin agung.

Kepada ayahandanya sang pemimipin penerus. Kepada neneknya Shiddiqah yang agung,

Fatimah putri Muhammad. Kepada para pilihan-Mu dari pendahulu-pendahulunya yang baik.

Baginya shalawat-Muyang lebih utama,sempurna,langgeng dan lebih banyak dari shalawat

yang Kau anugrahkan kepda siapapun juga pilihan-Mu. Dan curahkanlah kepadanmya

shalawatmu yang tak terbilang, yang tak terbatas dantak berakhir.

Ya Allah dengannya tegakkan kebenaran, hancurkanlah kebatilan, menangkanlah wali-wali

Mu dan hinakanlah musuh-musuh-Mu. Sambungkanlah tali penghubung antara kami dengannya

agar kami dapat berkumpul dengan para pendahulunya. Jadikanlah kami orang-orang yang

berlari kepadanya dan berada di bawah naungannya. Bantulah kami dalam menunaikan

hak-haknya, bersungguh-sungguh dalam mentaatinya dan menjauhi larangannya. Serta

anugrahkan kepada kami keridhaannya. Limpahkanlah kepada kami kelembutan, kasih

sayang dan do’a dan kebaikannya sehingga keluasan rahmat-Mu dan kesuksesan di sisi-Mu

dapat kuperoleh dengannya. Jadikan;lah dengannya sebab diterimanya solat kami,

diampuninya dosa-dosa kami, dikabulkannya do’a kami. Berlimpahnya rizki kami,

terobatinya rasa kegelisahan kami dan terpenuhinya hajat dan kebutuhan kami.

Sambutlah kami dengan wajah-Mu yang mulia. Terimalah taqarrub kami kepada-Mu.

Pandanglah kami denga pandangan penuh rahmatyang menyempurnakan kemuliaan kami di

sisi-Mu. Kemudian jangan Kau memalingkannya dari kami demi kemurahan-Mu. Dan berilah

kami minuman dari telaga haudh milik kakeknya Saww dengan cawan dan tenaganya,

minuman yang menyegarkan dan menyenangkan, yang tak akan menimbulkan rasa dahaga lagi

selama-lamanya,

Wahai Yang Maha Pengasih dari para Pengasih.
Diperbarui sekitar 2 bulan yang lalu · Komentar · SukaTidak Suka
Anda, Rido Al' Wahid dan 5 lainnya menyukai ini.
Rido Al' Wahid dan 5 orang lainnya menyukai ini.
Eko Putro
Eko Putro pada 27 Juni 6:20
AMin
Rido Al' Wahid
Rido Al' Wahid pada 27 Juni 6:33
Ana Numpang Share ya.... :)
Alfan Arrasuli
Alfan Arrasuli pada 27 Juni 6:34
Silahkan.. :)
Tulis komentar...
Doa Kumail
Bagikan
12 Mei 2009 jam 12:52

Dengan Nama Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah,
Aku bermohon pada-Mu,
dengan rahmat-Mu Yang memenuhi segala sesuatu,
dengan kekuasaan-Mu yang dengannya Engkau taklukkan segala sesuatu,
dan karenanya merunduk segala sesuatu,
dengan kemuliaan-Mu yang mengalahkan segala sesuatu,
dengan kekuatan-Mu yang tak tertahankan oleh segala sesuatu, dengan kebesaran-Mu

yang memenuhi segala sesuatu,
dengan kekuasaan-Mu yang mengatasi segala sesuatu,
dengan wajah-Mu yang kekal setelah punah segala sesuatu,
dengan asma-Mu yang memenuhi tonggak segala sesuatu,
dengan ilmu-Mu yang mencakup segala sesuatu,
dengan cahaya wajah-Mu yang menyinari segala sesuatu.

Wahai Nur,
Wahai Yang Mahasuci.
Wahai yang Awal dari segala yang awal.
Wahai Yang Akhir dari segala yang akhir.

Ya Allah,
ampunilah dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan.
Ya, Allah,
ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan bencana.
Ya, Allah,
ampuni dosa-dosaku yang merusak karunia.
Ya Allah,
ampunilah dosa-dosaku yang menahan do`a.
Ya Allah,
ampunilah dosa-dosaku yang menurunkan bala`.
Ya Allah,
ampunilah dosa yang telah kulakukan
dan segala kesalahan yang telah kukerjakan.

Ya Allah,
aku datang menghampi-Mu dengan zikir-Mu,
aku memohon pertolongan -Mu dengan diri-Mu,
aku bermohon pada-Mu dengan kemurahan-Mu,
dekatkan daku keharibaan-Mu,
sempatkan daku untuk bersyukur pada-Mu,
bimbinglah daku untuk selalu mengingat-Mu.

Ya Allah,
aku bermohon pada-Mu dengan permohonan
hamba yang rendah, hina dan ketakutan, maafkan daku, sayangi daku,
dan jadikan daku ridha dan senang pada pemberian-Mu.

Ya Allah,
aku bermohon pada-Mu,
dengan permohonan orang yang berat keperluannya,
yang ketika kesulitan menyampaikan hajatnya pada-Mu,
yang besar kedambaannya untuk meraih apa yang ada disisi-Mu.

Ya Allah,
Maha besar kekuasaan-Mu, Maha tinggi kedudukan-Mu,
Selalu tersembunyi rencana-Mu,
Selalu tampak kuasa-Mu, selalu tegak kekuatan-Mu,
Selalu berlaku kodrat-Mu, tak mungkin lari dari pemerintahan-Mu.

Ya Allah,
tidak kudapatkan pengampun bagi dosaku,
tiada penutup bagi kejelekanku,
tiada yang dapat menggantikan amalku yang jelek dengan kebaikan, melainkan Engkau.

Tiada Tuhan kecuali Engkau.
Maha suci Engkau dengan segala puji-Mu.
Telah aku aniaya diriku, telah berani aku melanggar,
karena kebodohanku, tetapi aku tetap tanteram,
karena bersandar pada sebutan-Mu dan karunia-Mu padaku.

Ya Allah, Pelindungku,
betapa banyak kejelekkan diriku telah Kau tutupi,
betapa banyak malapetaka telah Kau atasi,
betapa banyak rintangan telah Kau singkirkan,
betapa banyak bencana telah Kau tolakkan,
betapa banyak pujian baik yang tak layak bagiku telah Kau sebarkan.

Ya Allah,
besar sudah bencanaku,
berlebihan sudah kejelekan keadaanku,
rendah benar amal-amalku,
berat benar belenggu (kemalasanku).
Angan-angan panjang telah menahan manfaat dari diriku,
dunia dengan tipuannya telah memperdayaku,
dan diriku (telah terpedaya) karena ulahnya,
dan karena kelalaianku.

Wahai Junjunganku,
aku bermohon pada-Mu dengan seluruh kekuasan-Mu,
jangan Kau tutup do`aku, karena kejelekan amal dan perangaiku,
jangan Kau ungkapkan rahasiaku yang tersembunyi
yang telah Engkau ketahui,

Jangan Engkau segerakan siksa padaku karena perbuatan buruk
dan kejelekan yang kulakukan dalam kesendirianku,
karena kebiasaanku melanggar batas, dan kebodohanku,
karena banyaknya nafsuku dan kelalaianku.

Ya Allah,
dengan kemulian-Mu,
sayangi aku dalam segala keadaan, kasihi aku dalam segala perkara.

Ilahi Rabbi,
kepada siapa lagi selain Engkau,
aku memohon dihilangkan kesengsaraanku, dan diperhatikan urusanku.

Ilahi Pelindungku,
Engkau kenakan padaku hukum,
tetapi disitu aku ikuti hawa nafsuku;
aku tidak cukup waspada terhadap tipuan (setan) musuhku,
maka terkecohlah aku lantaran nafsuku,
dan berlakulah ketentuan-Mu atas diriku
ketika kulanggar sebagian batas yang Kau tetapkan bagiku,
dan kubantah sebagian perintah-Mu.
Namun bagi-Mu segala pujiku atas semuanya itu;
Tiada alasan bagiku (menolak) ketentuan yang Kau tetapkan bagiku,
demikian pula hukum dan ujian yang menimpaku.
Aku datang kini menghadap-Mu,

Ya Ilahi,
dengan segala kekuranganku,
dengan segala kedurhakaanku (pelanggaranku),
sambil menyampaikan pengakuan dan penyesalanku
dengan hati yang hancur luluh,
memohon ampun dan berserah diri,
dengan rendah hati mengakui segala kenistaanku.

Karena segala cacatku ini,
tiada aku dapatkan tempat melarikan diri,
tiada tempat berlindung untuk menyerahkan urusanku,
selain pada kehendak-Mu untuk menerima pengakuan kesalahanku
dan memasukkan aku pada kesucian kasih-Mu.

Ya Allah,
terimahlah pengakuanku, kasihanilah beratnya kepedihan,
lepaskan aku dari kekuatan belengguku.

Ya Rabbi,
kasihanilah kelemahan tubuhku,
kelembutan kulitku dan kerapuhan tulangku.

Wahai Tuhan yang mula-mula menciptakanku,
menyebutku, mendidikku, memperlakukanku dengan baik, dan memberiku kehidupan,
karena permulaan karunia-Mu, karena Engkau telah mendahuluiku dengan kebaikan,
berilah aku karunia-Mu.

Ya Allah,
Junjungan-ku, Pemelihara-ku,

Apakah Engkau akan menyikasaku dengan api-Mu,
setelah aku mengesakan-Mu,
setelah hatiku tenggelam dalam makrifat-Mu,
setelah lidahku bergetar menyebut-Mu,
setelah jantungku terikat dengan cinta-Mu,
setelah segala ketulusan pengakuan-ku dan permohonan-ku,
seraya tunduk bersimpuh pada rububiah-Mu ?.

Tidak,
Engkau terlalu mulia untuk mencampakkan orang yang engkau ayomi,
atau menjauhkan orang yang Engkau dekatkan,
atau menyisikan orang yang Engkau naungi,
atau menjatuhkan bencana pada orang
yang Engkau cukupi dan Engkau sayangi,
aduhai diriku!,

Junjungan-ku, Tuhan-ku, Pelindung-Ku !,
Apakan Engkau akan melemparkan keneraka wajah-wajah yang tunduk rebah karena

kebesarab-Mu,
lidah-lidah yang dengan tulus mengucapkan ke-Esaan-Mu dan dengan pujian mensyukuri

nikmat-Mu,
kalbu-kalbu yang dengan sepenuh hati mengakui uluhiah-Mu,
hati nurani yang dipenuhi ilmu tentang Engkau,
sehingga bergetar katakutan,
tubuh-tubuh yang telah biasa tunduk untuk mengabdi-Mu dan dengan merendah memohon

ampunan-Mu ? Tidak sedemikian itu persangkaan kami tentang-Mu,
padahal telah diberitakan pada kami tentang keutamaan-Mu.

Wahai pemberi karunia, wahai pemelihara !

Engkau mengetahui kelemahanku
dalam menanggung sedikit dari bencana dan siksa dunia
serta kejelekan yang menimpa penghuninya;
Padahal semua (bencana dan kejelekan) itu singkat masanya, sebentar lalunya, dan

pendek usianya.
Maka apakah mungkin aku sanggup menanggung bencana akhirat dan kejelekan hari akhir

yang besar,
bencana yang panjang masanya dan kekal menetapnya, serta tidak diringankan bagi

orang yang menanggungnya;
sebab semuanya tidak terjadi, kecuali karena murka-Mu, karena balasan-Mu.
Inilah, yang bumi dan langit pun tak sanggup memikulnya.

Wahai Junjungan-Ku,
bagai mana mungkin aku (menanggungnya)?,
padahal aku hamba-Mu yang lemah, rendah, hina, malang, dan papa.
Urusan apalagi kiranya yang akan aku adukan pada-Mu ?

Mestikah aku menangis menjerit, karena kepedihan dan beratnya siksa, atau karena

lamanya cobaan ?
SekiranyaEngkau siksa aku beserta musuh-musuh-Mu,
dan Engkau himpunkan aku bersama penerima bencana-Mu,
dan Engkau ceraikan aku dari para kekasih dan kecintaan-Mu, ohh….. seandainya aku.

Ya Ilahi,
Junjungan-ku, Pelindung-ku, Tuhan-ku.
Sekiranya aku dapat bersabar menanggung siksa-Mu,
mana mungkin aku mampu bersabar berpisah dari-Mu ?.

Dan seandainya
aku dapat bersabar menahan panas api-Mu,
mana mungkin aku bersabar tidak melihat kemulyaan-Mu ?.
Mana mungkin
aku tinggal di neraka, padahal harapanku hanya maaf-Mu !.

Demi kemuliaan-Mu,
wahai Junjungan-Ku, Pelindung-Ku !
Aku bersumpah dengan tulus;
sekiranya Engkau biarkan aku berbicara disana, ditengah penghuninya, aku akan

menangis, tangisan mereka yang menyimpan harapan,
aku akan menjerit, jeritan mereka yang memohon pertolongan,
aku akan merintih, rintihan yang kekurangan.
Sungguh,
aku akan menyeru-Mu, dimanapun Engkau berada.

Wahai, Pelindung kaum mukminin,
Wahai tujuan harapan kaum arifin,
Wahai lindungan kaum yang memohon perlindungan,
Wahai kekasih kalbu para pencinta kebenaran,
Wahai Tuhan seru sekalian alam.

Maha suci Engkau Ilahi, dengan segala puji-Mu !
Akankah Engkau dengar disana suara hamba muslim
yang terpenjara dengan keingkarannya,
yang merasakan siksanya karena kedurhakaannya,
yang terperosok ke dalam nya karena dosa dan nistanya;
ia merintih pada-Mu dengan mendambakan rahmat-Mu,
ia menyeru-Mu dengan lidah ahli tauhid-Mu,
ia bertawasul pada-Mu dengan rububiah-Mu,

Wahai Pelindung-ku !
Bagaimana mungkin ia kekal dalam siksa,
padahal ia berharap pada kebaikan-Mu yang terdahulu.
Mana mungkin neraka menyakitinya,
padahal ia mendambakan karunia dan kasih-Mu.
Mana mungkin nyalanya membakarnya,
padahal Engkau dengar suaranya dan Engkau lihat tempatnya,
Mana mungkin jilatan api mengurungnya,
padahal Engkau mengetahui kelemahannya.
Mana mungkin ia jatuh bangun didalamnya,
padahal Engkau mengetahui ketulusannya.
Mana mungkin Zabaniyah menghempasnya,
padahal ia memanggil-manggil -Mu : Ya Rabbi … !
Mana mungkin ia mengharapkan karunia kebebasan dari padanya, lalu Engkau

meninggalkannya disana,

Tidak,
tidak demikian sangkaku pada-Mu.
Tidak mungkin seperti itu perlakuan-Mu terhadap kaum beriman,
melainkan kebaikan dan karunialah yang Engkau berikan.
Dengan yakin aku berani berkata,
kalau bukan karena keputusan-Mu
untuk menyiksa orang yang mengingkari-Mu dan putusan-Mu
untuk mengekalkan disana orang-orang yang melawan-Mu,
tentu

Engkau jadikan api seluruhnya sejuk dan damai,
tidak akan ada lagi disitu tempat tinggal
dan menetap bagi siapapun.
Tetapi Maha Kudus nama-nama-Mu,

Engkau telah bersumpah,
untuk memenuhi neraka dengan orang-orang
kafir dari golongan Jin dan Manusia seluruhnya.
Engkau akan mengekalkan disana kaum durhaka.
Engkau dengan segala kemuliaan puji-Mu,

Engkau berkata ,
setelah menyebutkan nikmat yang Engkau berikan
“Apakah orang mukmin seperti orang kafir, sungguh tidak sama mereka itu”.

Ilahi, Junjungan-ku,
Aku memohon pada-Mu,
dengan kodrat yang telah Engkau tentukan,
dengan qadha yang telah Engkau tetapkan dan putuskan,
dan yang telah Engkau tentukan berlaku pada
orang-orang yang dikenai ;

Ampunilah bagi-ku, dimalam ini, disaat ini,
semua nista yang pernah aku kerjakan,
semua dosa yang pernah aku lakukan,
semua kejelekan yang pernah aku rahasiakan,
semua kedunguan yang pernah aku amalkan,
yang aku sembunyikan atau tampakkan,
yang aku tutupi atau yang aku tunjukkan.
Ampunilah semua keburukan
yang telah Engkau suruhkan malaikat mencatatnya.
Mereka yang telah Engkau tugaskan untuk merekam

Segala yang ada padaku,
mereka yang Engkau jadikan saksi-saksi
bersama seluruh anggota badanku,
dan Engkau sendiri mengawal di belakang mereka,
menyaksikan apa yang tersembunyi pada mereka.
Dengan rahmat-Mu, Engkau sembunyikan kejelekan itu
Dengan kerunia-Mu, Engkau menutupinya.
Perbanyaklah bagianku pada setiap kebaikan yang Engkau turunkan, atau setiap karunia

yang Engkau limpahkan,
atau setiap keberuntungan yang Engkau sebarkan,
atau setiap rezeki yang Engkau curahkan,
atau setiap dosa yang Engkau ampunkan,
atau setiap kesalahan yang Engkau sembunyikan.

Ya Rabbi … Ya Rabbi … Ya Rabbi…
Ya Ilahi, Junjungan-ku, Pelindung-ku, Pemilik nyawa-ku !
Wahai Dzat yang ditangan-Nya ubun-ubunku !
Wahai yang mengetahui kesengsaraan dan kemalangan-ku !
Wahai yang mengetahui kefakiran dan kepapaan-ku !

Ya Rabbi … Ya Rabbi … Ya Rabbi …
Aku memohon pada-Mu dengan kebenaran dan kesucian-Mu,
dengan keagungan sifat dan Asma`-Mu !
Jadikan waktu-waktu malam dan siang-ku,
dipenuhi dengan zikir pada-Mu,
dihubungkan dengan kebaktian pada-Mu,
diterima amalku disisi-Mu,
sehingga jadilah amal dan wiridku
seluruhnya wirid yang satu,
dan kekalkanlah selalu keadaanku dalam berbakti pada-Mu.

Wahai Dzat yang kepada-Nya aku percayakan diriku !
yang kepada-Nya aku adukan keadaanku !

Ya Rabbi … Ya Rabbi … Ya Rabbi …
Kokohkan anggota badanku untuk berbakti pada-Mu.
Teguhkan tulang-tulangku untuk melaksanakan niatku.
Karuniakan pada-ku kesungguhan untuk bertakwa pada-Mu, kebiasan untuk meneruskan

bakti pada-Mu,
sehingga aku bergegas menuju-Mu bersama para pendahulu
dan berlari kearah-Mu bersama orang-orang terkemuka,
merindukan dekat pada-Mu bersama yang merindukan-Mu.
Jadikan daku dekat pada-Mu, dekatnya orang-orang yang ikhlas
dan takut pada-Mu, takutnya orang-orang yang yakin.
Sekarang aku berkumpul dihadirat-Mu bersama kaum mukminin.

Ya Allah !
siapa yang berbaksud buruk padaku, tahanlah dia,
siapa yang memperdayakan-ku, gagalkanlah dia.
Jadikan aku hamba-Mu yang paling baik nasibnya disisi-Mu.
yang paling dekat kedudukannya dengan-Mu,
yang paling istimewa tempatnya didekat-Mu,

Sungguh,
semua ini tidak akan tercapai, kecuali dengan karunia-Mu.
Limpahkan padaku kemurahan-Mu,
sayangi aku dengan kebaikan-Mu,
jaga diriku dengan rahmat-Mu,
gerakkan lidah-ku untuk selalu berzikir pada-Mu,
penuhi hatiku supaya selalu mencintai-Mu,
berikan padaku yang terbaik dari ijabah-Mu,
hapuskan bekas kejatuhanku,

Ampuni ketergelinciranku.
Sungguh,
telah Engkau wajibkan hamba-hamba-Mu beribadah pada-Mu,
Engkau perintahkan mereka untuk berdo`a pada Mu,
Engkau jaminkan pada mereka ijabah-Mu.

Karena itu, kepada-Mu,
Ya Rabbi,
aku hadapkan wajah-ku, kepada-Mu,

Ya Robbi,
aku ulurkan tangan-ku, demi kebesaran-Mu,
perkenankan do`a-ku,
sampaikan daku pada cita-citaku,
jangan putuskan harapanku akan karunia-Mu,
lindungi aku dari kejahatan Jin dan Manusia
musuh-musuhku.

Wahai yang Maha cepat ridhonya !
Ampunilah orang yang tidak memiliki apapun kecuali do`a,
karena Engkau perbuat apa kehendak-Mu.

Wahai yang namanya adalah obat,
yang zikir-Nya adalah penyembuhan,
yang ketaatan-Nya adalah kekayaan !
Kasihanilah orang yang hartanya hanya harapan,
dan senjatanya hanya tangisan.

Wahai Penabur karunia !
Wahai Penolak bencana !

Wahai Nur,
yang menerangi mereka
yang terhempas dalam kegelapan,

Wahai yang maha tahu tanpa diberi tahu,
sampaikan rahmat-Mu
pada Muhammad dan Keluarga Muhammad.

Lakukan pada-ku
apa yang layak bagi-Mu.

Semoga Allah
mencurahkan rahmat dan salam-Nya
kepada Rasul-Nya serta para Imam yang mulia dari Keluarganya;
dengan salam yang terus - menerus

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar