Selasa, 07 Juli 2009

Ya Allah Tunjukilah Kami Jalan Yang Lurus ....

Bismillahirrahmanirrahiim ...

Subhanallah ... AlQur'an Adalah satu2 jalan kehidupan ... Jalan yg lurus .. jalan orang2 yg beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala . Segala sesuatu telah Allah ungkapkan didalam Alqur'an .. memberikan Informasi yg dibutuhkan manusia2 yg berakal dan beriman kepada Dzat Pencipta segala sesuatu .

Banyak hal2 yg telah dijelaskan didalamnya akan tetapi kalau mencakup persoalan Ghaib , tentang Allah Subhanahu Wa Ta'ala .. Syurga .. Neraka serta Rasa maka Al Qur'an menggunakan kalimat perumpamaan atau yg disebut Mutasyabihaat .

Ada kelemahan bahasa manusia jika mengungkapkan masalah Rasa , sehingga Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam ketika menjelaskan masalah syurgapun tidak menjelaskan keadaan sebenarnya ..., beliau hanya memberikan gambaran bahwa syurga itu indah dan nikmat , dibawahnya ada air susu dan madu mengalir , ada buah-buahan , korma , anggur dan arak..., setelah itu Beliau memberikan penjelasan ... keadaan syurga itu tidak pernah terdengar oleh telinga ... tidak bisa terbayangkan oleh Pikiran ... dan tidak pernah terlintas dihati .

Bagaimana Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam akan menjelaskan sesuatu , atau keadaan yang didunia Ini tidak ada . Bagaimana Beliau akan memperbandingkan sesuatu yang tidak ada didunia . Apa jadinya kalau syurga itu seperti apa yang telah kita bayangkan tadi ... mirip dengan apa yang kita Rasakan ... Hal ini juga terjadi kepada kita , ketika dihadapkan persoalan ungkapan Rasa .

Namun demikian , kita sudah memahami maksudnya tanpa harus menafsirkan kalimat tersebut , sebab kalau kita mencoba menafsirkan ungkapan itu maka akan terjadi kesalah fahaman yang pasti akan menyimpang , sehingga wajarlah Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam tidak pernah menafsirkan atau memberikan keterangan hal tersebut sebab para sahabat sudah mengerti Maksudnya tanpa harus bertanya apa maksudnya .

Begitu pula tentang keberadaan Allah bahkan wujud Allah Allah Subhanahu Wa Ta'ala ... Allah Mempergunakan kalimat mutasyabihat dalam menerangkan keadaan diriNya ...
" ... Allah adalah cahaya langit dan bumi" (Terj .. Qs . An Nur : 35)
" ... hai iblis apakah yang menghalangi kamu bersujud kepada yang telah Ku Ciptakan dengan kedua tangan-Ku ..." (Terj .. Qs . As Shaad : 75)
"maka Allah menjadikannya tujuh langit dalam dua masa ..."
(Terj .. Qs. Al Fushilat : 12)
" ... Allah meliputi segala sesuatu" (Terj .. Qs . Al Fushilat 54)
"Dan Dia lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari dan singgasana-Nya sebelum itu berada diatas air" (Terj .. Qs . Al Hud : 7)
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku ini dekat ..." (Terj .. Qs . Al Baqarah :186)
".. dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya" (Terj .. Qs . Qaaf :16)
" ... ingatlah bahwa sesungguhnya Dia maha meliputi segala sesuatu"
(Terj .. Qs . Al Fushilat : 54)
" ... kemanapun kamu menghadap disitulah wajah Allah .. "
(Terj .. Qs. Al Baqarah : 115)

Sangat jelas bagi kita , bahwa ungkapan2 mutasyabihat diatas , dimengerti bukan untuk ditafsirkan , melainkan sebagai batasan fikiran melalui konsepsi pemikiran manusia , Bukan hal yang sebenarnya , sebab Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak bisa dibandingkan dengan segala sesuatu .
" .. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia , ... (Terj QS. As syura : 11 )
Bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak bisa dilihat dengan mata manusia dan tidak bisa dijangkau oleh fikiran manusia akan tetapi Allah Subhanahu Wa Ta'ala Maha Melihat dan mengawasi segala sesuatu .
Allah Subhanahu Wa Ta'ala mentasybihkan dan menggunakan kata2 yang dimiliki manusia untuk memudahkan berdialog dan memberikan pengertian dalam bentuk bahasa manusia dan ilmu , sebab kalau kita menterjemahkan dengan kata sebenarnya maka akan ada benturan2 yang saling bertentangan .

Semoga catatan ini bermanfaat dan menjadi pencerah bagi kita semua .

Wassalam ..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar