Selasa, 07 Juli 2009

Kutipan buku "Lelaki Pendek, Hitam dan Lebih Jelek dari Untanya"

By : Ahmad Zairofi Am

• Lelaki Pendek Hitam Dan Lebih Jelek Dari Untanya
Ada banyak orang baik yang memilih tidak dikenal. Mereka mencintai pilihan hidup yang juga dicintai oleh Allah, seperti yang disabdakan Rasulullah,”Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang sembunyi-sembunyi, miskin, bertakwa dan berbuat kebajikan. Jika mereka tidak tampak maka mereka tidak dicari orang, dan apabila mereka tampak mereka juga tidak dikenali orang. Hati mereka adalah pelita-pelita petunjuk. Mereka keluar dari segala cobaanyang buta dan gelap
• Lelaki yang tak Pernah Mencaci Keledai
Mengenal Allah, memohon kepada-Nya, memahami sifat dan kuasa-Nya sama pentingnya dengan memahami bahwa seorang mukmin tidak sepantasnya menjadi penyebab orang lain pedih dan getir. Layaknya menahan marah, padahal bisa dan berhak menumpahkannya, begitu pula soal menahan diri untuk tidak menjadi penyebab orang lain pedih dan getir. Tidak saja untuk sebuah konsistensi di atas jalan yang ditetapkan, tapi juga sebentuk seni memperindah kehidupan dan merajut kebersamaan, dengan pengharapan akan pahala dari Allah
• Perempuan Tua itu hanya Pembersih Mesjid
Sesungguhnya perjalanan kita tersambung karena banyak peran dan jasa orang-orang yang mengiringi kita. Kehidupan selalu berjalan dengan silih bergantinya peran-peran manusia yang boleh jadi tidak dianggap, tapi begitu penting kedudukannya. Jasa tetaplah jasa, besar maupun kecil tetap ada manfaatnya tetaplah dikenang dan dihargai.
• Anak Muda di Suatu Hari Jumat
Setiap manusia berlomba untuk nasib dan kepastian diri sendiri di akhirat kelak. Bergegas, bersegera. Sebab yang menang adalah yang lolos dari neraka dan masuk surga. Yang lambat, seperti kereta tua tanpa kehendak, tanpa arah dan tanpa tenaga, akan menyesal suatu hari kelak. Kereta tua adalah hidup yang tak pernah sampai. Atau mimpi bahagia yang terlalu sederhana, atau perjalanan cita-cita yang sabgat lamban dan tidak menghantarkan. Di suatu pagi saat perlahan kita buka daun jendela. Angin belum bergerak. Matahari mulai menyapa. Apa yang kita pikirkan hari itu? Adakah kita seonggok kereta tua?
• Tragedi anak Tiri di Ibukota Yaman
Setiap kita punya potensi kejahatan, maka tidak harus menjadi preman atau penjahat besar untuk sekedar bisa berlaku aniaya. sebab tindak aniaya punya tangga besar kecilnya. Orang kuat dan perkasa bukanlah yang menag bergulat dan berkelahi, tapi yang bisa menahan dirinya ketika marah. Kemerdekaan yang kita miliki tak berarti kita bebas melakukan apa saja. Yang seharusnya kita lakukan adalah mencintai kehidupan ini dengan sebaik-baiknya.
• Seorang Pemuda di Ambang Kematian
” Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir di antaranya sungai-sungai dari padanya. Dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluar mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dan apa yang kamu kerjakan.´(QS.Al-Baqarah:74)
Di hari-hari yang kian sulit, di saat beban hidup kian menghimpit, segala upaya mencari jalan keluar harus kita lakukan. Tapi itu tak ada artinya bila kita tidak juga belajar bagaimana melihat segalanya secara lebih luas, lebih mendalam. Kita harus belajar melihat sesuatu dari sisi yang berbeda. Sebab hidup dimulai dari prasangka dan cara kita memandang.
• Lelaki Tua yang tak Lelah Berharap
Rahasia iman. Orang yang beriman selalu punya cara sendiri untuk bisa menata hatinya, meski berlawanan denagn apa yang dilihat matanya,atau apa yang dirasakan fisiknya, atau apa yang ia terima dalam kehidupannya. Saat ia mendapat musibah, air matanya menangis tapi hatinya terilhami untuk meyakini, bahwa apa yang diberikan Allah pada dirinya adalah yang terbaik baginya. Saat ia mendapati kesulitan demi kesulitan, seakan berentetan tanpa ujung, fisiknya mungkin lelah kepalanya mungkin pusing. Pikirannya mungkin sangat penat. Tapi ia justru memgilhami hatinya, untuk terus meyakini, bahwa bila seorang diuji oleh Allah, itu tandanya Allah masih sayang dengan orang itu. Tidak ada ilham yang melebihi kekuasaan dan pertolongan Allah. Sebab dari sana kesadaran disandarkan kepada tempat yang benar, kepada Allah Yang Maha Benar. Bagi Allah sangat mudah untuk memberikan pertolongan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar